Halo....! Gadis pelupa disini! Sekarang, aku mau ceritain tentang pengalaman seorang gadis berumur 12 tahun bernama ibitsukma, dari kelas VII B. Agar lebih mudah menceritakannya, kuumpamakan aku adalah ibitsukma di cerita ini. Cekedot....
Inilah perjalanan pulang setelah latihan di TBRS dan makan siang di Bakso Pak Kumis *nyam-nyam! :d*. Menuju ke rumah. Di perjalanan, aku ngelamun tentang besok lusa, yakni hari Senin. Walaupun tas bakalan berat banget berisi buku-buku pelajaran yang nanti di sekolah hanya dipake satu jam pelajaran, tapi nanti ada olahraga. Pelajaran yang bakalan aku sukaaaaaa banget kalo nggak ada olahraga bola besar ataupun bola kecil. Because what? Aku trauma banget sama benda bulet itu. Jadi, sekarang, aku hanya SUKA pelajaran olahraga.
Hmmm.... ngomong-ngomong olahraga, baju olahragaku udah di cuci kan? Kok insting deja vu-ku bilang, baju olahragaku belum tak bawa pulang. Hmmm.... aku pulang naik damri kayaknya tak bawa.... Naik ojek..... NGGAK TAK BAWA!!!!!!!!!
"IBU!!!!!!!!!!" *ibu ngerem mendadak, seluruh dunia masuk ruang praktek THT karena suaraku. keep calm... ini fantasi liar-ku* "besok senin, olahraga..... bajuku.... di VII E.... abis pramuka!"
Terus aku ceritain semuanya.
Karena masih di deket ADA, akhirnya diputusin mau mampir SMP dulu. Sampe sana, gerbang masih dibuka lebar-lebar. masih ada ekstra yang belum selesai. Ada Paskibra yang latihan buat lomba, ada silat juga. Dua member VII B ikut ekstra ini lho! *promosi*
Aku sama Santa nyari bapak "kawat gigi" yang biasa ngunci pintu-pintu kelas. Yah, basa-basi dulu sih. Bapake bikin mupeng. Setelah mendapat kunci VII E, di dalam kelasnya, aku mencari tas yang ada gambar kereta tomas. Aduh, rasanya udah nangis kalo nggak ketemu. Ini pun, mataku udah sakit nahan air mata. Tau kan, rasanya? Pak Mad itu gurunya tegas banget, masalahnya. Terakhir ada yang nggak pake baju olahraga, beliau pernah bilang.... "yang nggak pake baju olahraga bapak suruh duduk di pinggir lapangan. nggak usah olahraga! dan nggak dapet nilai!". Haduh....
Santa buka lemari yang ada di belakang. Lalu kulihat....
Tas itu! Langsung kusambar dan ku cek dalamnya. Komplit semua, pulpen yang kucuri pas di lab bahasa *lha nggak ada yang ngaku itu punya siapa yo tak ambil to,,,,,,* juga masih ada. Fyuuh.....
Di bawah, aku ngembaliin kunci ke Pak "Kawat Gigi".
"Makasih, ya Pak..."
"Hwe-eh..."
"Hah?"
"Hwe-eehhh!!!"
Nah, selesai sudah cerita dari ibitsukma. Hari ini juga, dia bilang....
Tampilkan postingan dengan label Tak disangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tak disangka. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 November 2012
Selasa, 30 Oktober 2012
Ulangan Dadakan
Pelajaran IPS. Hari ini.... Tiga jam pelajaran. Asyik! Ada Pak Tris! Ada lawakan apa lagi ya, nanti?
Aku berdiri di belakang pintu. Aku pingin liat, Pak Tris berjalan di koridor tu, seberapa ganteng! *halah*. Ternyata, guru PPL yang dateng. Ada Bu Dian sama.... aku lupa yang satunya. Baru, sih. BTW, guru PPL kadang dianggap enteng sama anak-anak 7B. Kadang prihatin sih, yang penting aku nggak rame walau kadang rame. #lho?
Bu Dian mau ngajar Ekonomi. Ketika Bu Dian mau mendikte (untuk dicatat), baru beberapa kata.... "Itu udah, Bu! Udah!" banyak yang bilang gitu.
Aku bingung sendiri. Yang salah aku atau mereka? Sing ngajak gelut catetanku apa aku sing keset? Tadi kayaknya ada kata 'Perilaku Manusia terhadap....' dan di catatanku BELUM ADA! Di samping kananku ada Kumala. Kayaknya tadi dia juga bilang 'udah'. Akhirnya Bu Dian mendekte yang lain.
Lamaaaaa banget Bu Dian ngajar. Karena aku nggak suka ekonomi, aku cari ide buat bikin komik empat panel. Setelah hampir setengah jam, aku mau nggambar.....
"Sekarang, siapin selembar kertas! Kita ulangan!"
JLEGEEERRRR........!!!!!!!!!
Aku hampir nggak merhatiin teori Bu Dian, dan sekarang ULANGAN?! Aduuuhh.... keringet dingin aku. Bu Dian udah selesai ngehapus papan tulis. Aku cuma bisa menelungkupkan kepalaku di meja. Mati aku! Badanku udah gemeteran sekarang. Bu Dian bener-bener berubah drastis. Yang awalnya biasa aja, sekarang jadi Pak Tris versi mahasiswi! #eh....
Aku cuma mbukak buku paket beberapa detik dan memasukkannya ke dalam loker. Di meja cuma ada kertas sama disgrip. Udahh.... aku cuma pasrah dapet nilai empat. Mikir angka empat ada di bukunya Pak Tris, aku makin gemeteran. Keringetku masuk kuping.
"Nah, soal pertama."
Spontan aku kaget. Cepet-cepet aku nulis. Eh, halaaahhhh....! Macettt! Aduh, mana pulpenku yang satu? MANAA??!! Oh, ini.
"Satu, tuliskan pesan dan kesan terhadap Bu Dian."
.......................................
.......................................
......................................
"Buk-nyaaa!!!!!!!!!"
"Bu Dian!!"
dan teriakan semacam itu meramaikan kelas.
Aku cuma teriak 'Aaaa' terus badanku lemes semua. Nyenden kursi. Sumpaaah.... detak jantungku keras banget. Terasa. Huh, Bu Dian tu pantesnya jadi aktris! Tega-teganya menipu anak kelas tujuh yang udah nggak poloss........
Yah, tapi aku udah dapet hikmah. Kalo lagi pelajaran jangan nyari ide atau bikin komik empat panel!
Aku berdiri di belakang pintu. Aku pingin liat, Pak Tris berjalan di koridor tu, seberapa ganteng! *halah*. Ternyata, guru PPL yang dateng. Ada Bu Dian sama.... aku lupa yang satunya. Baru, sih. BTW, guru PPL kadang dianggap enteng sama anak-anak 7B. Kadang prihatin sih, yang penting aku nggak rame walau kadang rame. #lho?
Bu Dian mau ngajar Ekonomi. Ketika Bu Dian mau mendikte (untuk dicatat), baru beberapa kata.... "Itu udah, Bu! Udah!" banyak yang bilang gitu.
Aku bingung sendiri. Yang salah aku atau mereka? Sing ngajak gelut catetanku apa aku sing keset? Tadi kayaknya ada kata 'Perilaku Manusia terhadap....' dan di catatanku BELUM ADA! Di samping kananku ada Kumala. Kayaknya tadi dia juga bilang 'udah'. Akhirnya Bu Dian mendekte yang lain.
Lamaaaaa banget Bu Dian ngajar. Karena aku nggak suka ekonomi, aku cari ide buat bikin komik empat panel. Setelah hampir setengah jam, aku mau nggambar.....
"Sekarang, siapin selembar kertas! Kita ulangan!"
JLEGEEERRRR........!!!!!!!!!
Aku hampir nggak merhatiin teori Bu Dian, dan sekarang ULANGAN?! Aduuuhh.... keringet dingin aku. Bu Dian udah selesai ngehapus papan tulis. Aku cuma bisa menelungkupkan kepalaku di meja. Mati aku! Badanku udah gemeteran sekarang. Bu Dian bener-bener berubah drastis. Yang awalnya biasa aja, sekarang jadi Pak Tris versi mahasiswi! #eh....
Aku cuma mbukak buku paket beberapa detik dan memasukkannya ke dalam loker. Di meja cuma ada kertas sama disgrip. Udahh.... aku cuma pasrah dapet nilai empat. Mikir angka empat ada di bukunya Pak Tris, aku makin gemeteran. Keringetku masuk kuping.
"Nah, soal pertama."
Spontan aku kaget. Cepet-cepet aku nulis. Eh, halaaahhhh....! Macettt! Aduh, mana pulpenku yang satu? MANAA??!! Oh, ini.
"Satu, tuliskan pesan dan kesan terhadap Bu Dian."
.......................................
.......................................
......................................
"Buk-nyaaa!!!!!!!!!"
"Bu Dian!!"
dan teriakan semacam itu meramaikan kelas.
Aku cuma teriak 'Aaaa' terus badanku lemes semua. Nyenden kursi. Sumpaaah.... detak jantungku keras banget. Terasa. Huh, Bu Dian tu pantesnya jadi aktris! Tega-teganya menipu anak kelas tujuh yang udah nggak poloss........
Yah, tapi aku udah dapet hikmah. Kalo lagi pelajaran jangan nyari ide atau bikin komik empat panel!
Jumat, 10 Agustus 2012
Bukber dan ultahku
Jam lima ada bukber di SD. Jam lima ada bukber di SD. Jam lima ada bukber di SD....!!!!
Kalimat itu selalu kuingat hari ini. Kubayangkan juga teman-temanku yang memberi aku kado di hari ulang tahunku ini. Tapi sepertinya... tidak..... Tidak mungkin mereka masih mengingat hari ulang tahunku. Kecuali aku mengingatkan mereka.
Mbak Ririn menyiapkan nasi goreng dan es campur dan air putih sebagai bekal berbuka disana. Ada beberapa temanku yang PASTI datang. Niemas, Fina, Tasya, Billa, Umi, Dilla, dll.
Aku berangkat naik ojek. Sampai di depan gerbang sekolah, Aku berpapasan dengan teman sekelasku. Niemas, Fina, Dilla, Sinta, dan Intan. Adiknya Sinta.
Di dalam, aku langsung menghambur pada wali kelasku dulu. Pak Parwoto. Lalu salim dengan guru-guru yang lain. Kami para alumni duduk di bagian belakang bersama para guru. Huh. Yang datang cuma angkatan IV. Angkatan I, II, III nggak ada yang datang sama sekali.
Di belakang, para alumni BENAR-BENAR NGGAK MENDENGARKAN dan TIDAK MEMPERHATIKAN GURU YANG SEDANG BERBICARA. Tapi kami kan kangennn. Satu sama lain. Guru-guru yang lain juga pada ngrumpi. Masa kita nggak boleh?
Kita kan setengah jelangkung, bu.... Datang tak diundang... Pulang diantar... Sama supir masing-masing.... Hihihi.
Dan inilah foto-foto narsisku dengan temanku. Di belakang.
Yak! Saatnya berbuka... do'anya dipimpin sama Rizal. Aku langsung meminum es campurku. Dan memakan nasi gorengku yang porsinya lumayan ini. Niemas sama Fina ngomongin kerudung terus.... pada mau ke kamar mandi. Benerin jilbab. Yahh... paling rahasia antar-sahabat. Biasa....
Aku belum selesai menghabiskan nasigoreng ku. Tapi yang lain udah pada pergi.
"Oy! Oy! Masa aku ditinggal too??? Nasi gorengku belum abis nih, lo... Ahh... kalian sama aja kayak dulu! Selalu ngikutin Niemas...! *teringat masa lalu. hiks.* Ya sudah..."
Aku menghabiskan nasi gorengku. Yang sudah selesai pada mau sholat. Karena rukuhku ketinggalan. Udah lah, solat di rumah aja...
Selesai makan, aku membereskan kotak makan dan tempat minumnya ke dalam tas dan beranjak pergi setelah pamit para guru. Aku melewati toilet TK. Hmm... kan tadi Niemas-Fina pada ke kamar mandi? Ikut campur, ahh... wah! BENER! Ada sandalnya mereka berdua. Ada sepasang lagi. Nggak tau punya siapa.
Saat kuintip. Dilla, Niemas, dan Fina sedang mengerubuti kotak yang berisi.... KUE! Dengan lilin angka 12 di atasnya... PASTI BUAT AKU! Batinku sih, gitu...
"LHO! IBITT!!!"
"PERGI SANA! HUSH!"
Aku cuma terkikik. "Aku udah tau, kok..."
"Bisa nggak kamu pura-pura nggak tau, Bit???" tanya Dilla dengan polosnya. Hm. Jenius.
"Iya, iya.. Aku jalan dari sana ke sana. Aku nggak tau kalian ada disini..." balasku seadanya. Tapi kukerjakan juga yang kuucapkan tadi.
dari ujung ke ujung. Aku belum dipanggil. aku bolak-balik aja deh...
Idihh... merinding aku! ngeliatin bambu deket aula!
Dilla lalu tadi keluar dari tempat persembunyiannya. "Apa, Dil? Mau manggil aku???"
Dilla langsung balik lagi tanpa menjawab. Aku langsung semangat.
Cahaya lilin dari jauh sudah terlihat. Aku datang, mereka bertiga berdiri sambil menyanyikan lagu 'Happy Birthday To You'. Fina membawa kotak berisi Chiffoon Cake. "Tiup ya, Bit..."
"Dibawah aja..." ucapku.
Cahaya lilin yang terlihat dari jauh ternyata menarik perhatian orang yang lewat. Beberapa ada yang datang. menyanyikan lagu HBD juga.
Sebelum meniup lilin, kufoto dulu kuenya. Walaupun ada lilin yang mati karena tadi diletakkan ke lantai agak cepat.
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang, juga.... sekarang juga..."
Aku berdo'a. semoga aku bisa akrab dengan teman baruku di 7B. Dan tetap menjalin pertemanan dengan kawan-kawan SD-ku ini. Dan dibolehkan buka bersama dengan 7B di ***. Fuuuhhh...!
"potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga...." itu yang dinyanyikan anak cewek. Niemas memberikan pisau plastik warna putih. Sedangkan yang dinyanyikan anak cowok....
"bagi kuenya, bagi kuenya, bagi kuenya, sekarang juga..."
cepat-cepat aku memotong kuenya. dan membagikan satu per satu pada teman-teman yang mengelilingiku. ada juga yang tidak sabar, lalu mengambil pisau dan memotongnya sendir. terserah. aku benar-benar senang di senja ini.
puas membagi kue, aku mengabadikan momen ini dengan memotret aku, Niemas, dan Fina. Aku meminta tolong pada Afi. Yah.... agak gelap. Tapi tak apalah...
lalu kami membersihkan lantai yang penuh dengan remah-remah roti. Kubungkus juga roti yang masih tersisa banyak. kami berjalan menuju gerbang untuk menunggu penjemput kami.
kami duduk di bawah pohon di atas rumput.rasanya sejuk. aku SMS an dengan Ovi. teman sekelasku. aku lupa kenapa. pokoknya aku dipanggil oleh Niemas. kutengok ke arah atas. dan...
WUURR!!!!
Bedak itu menghujani jilbab dan wajahku. ada yang masuk mulut, pula! awalnya kukira ini terigu. tapi kok wangi ya? INI BEDAK!!!!
&^$%#%$#@(&*&^%*^!!!!! Perasaanku tak karuan!
"Pinjam bedaknya, Niem!" Niemas melemparkan botol bedak bayi kepadaku. Ku kejar mereka. Sampai mereka dijemput satu per satu.
Alhasil, tinggal aku dan anak cowok (alumni) yang tersisa.
"Halah, Ibit ki ra menaki. Aku yo gelem, melu perang-perangan..." ZR bilang begitu.
"Oohhh... gitu...."
SPLASH!!!
Bedak itu kukenakan pada wajah ZR. Kena Afi juga.
Ups, tutupnya lepas. Bajunya ZR kotor....
"Halah.... reget..."
"T...tapi kamu yang minta kan, tadi???" ucapku sambil meringis.
Tak lama setelah bercengkerama dengan anak cowok, akhirnya aku dijemput juga. Aku dan adikku pulang.
Malam ini, malam yang membahagiakan.
Sangat membahagiakan.
Sangat.
Kalimat itu selalu kuingat hari ini. Kubayangkan juga teman-temanku yang memberi aku kado di hari ulang tahunku ini. Tapi sepertinya... tidak..... Tidak mungkin mereka masih mengingat hari ulang tahunku. Kecuali aku mengingatkan mereka.
Mbak Ririn menyiapkan nasi goreng dan es campur dan air putih sebagai bekal berbuka disana. Ada beberapa temanku yang PASTI datang. Niemas, Fina, Tasya, Billa, Umi, Dilla, dll.
Aku berangkat naik ojek. Sampai di depan gerbang sekolah, Aku berpapasan dengan teman sekelasku. Niemas, Fina, Dilla, Sinta, dan Intan. Adiknya Sinta.
Di dalam, aku langsung menghambur pada wali kelasku dulu. Pak Parwoto. Lalu salim dengan guru-guru yang lain. Kami para alumni duduk di bagian belakang bersama para guru. Huh. Yang datang cuma angkatan IV. Angkatan I, II, III nggak ada yang datang sama sekali.
Di belakang, para alumni BENAR-BENAR NGGAK MENDENGARKAN dan TIDAK MEMPERHATIKAN GURU YANG SEDANG BERBICARA. Tapi kami kan kangennn. Satu sama lain. Guru-guru yang lain juga pada ngrumpi. Masa kita nggak boleh?
Kita kan setengah jelangkung, bu.... Datang tak diundang... Pulang diantar... Sama supir masing-masing.... Hihihi.
Dan inilah foto-foto narsisku dengan temanku. Di belakang.
Yak! Saatnya berbuka... do'anya dipimpin sama Rizal. Aku langsung meminum es campurku. Dan memakan nasi gorengku yang porsinya lumayan ini. Niemas sama Fina ngomongin kerudung terus.... pada mau ke kamar mandi. Benerin jilbab. Yahh... paling rahasia antar-sahabat. Biasa....
Aku belum selesai menghabiskan nasigoreng ku. Tapi yang lain udah pada pergi.
"Oy! Oy! Masa aku ditinggal too??? Nasi gorengku belum abis nih, lo... Ahh... kalian sama aja kayak dulu! Selalu ngikutin Niemas...! *teringat masa lalu. hiks.* Ya sudah..."
Aku menghabiskan nasi gorengku. Yang sudah selesai pada mau sholat. Karena rukuhku ketinggalan. Udah lah, solat di rumah aja...
Selesai makan, aku membereskan kotak makan dan tempat minumnya ke dalam tas dan beranjak pergi setelah pamit para guru. Aku melewati toilet TK. Hmm... kan tadi Niemas-Fina pada ke kamar mandi? Ikut campur, ahh... wah! BENER! Ada sandalnya mereka berdua. Ada sepasang lagi. Nggak tau punya siapa.
*maaf, agak gelap*
"LHO! IBITT!!!"
"PERGI SANA! HUSH!"
Aku cuma terkikik. "Aku udah tau, kok..."
"Bisa nggak kamu pura-pura nggak tau, Bit???" tanya Dilla dengan polosnya. Hm. Jenius.
"Iya, iya.. Aku jalan dari sana ke sana. Aku nggak tau kalian ada disini..." balasku seadanya. Tapi kukerjakan juga yang kuucapkan tadi.
dari ujung ke ujung. Aku belum dipanggil. aku bolak-balik aja deh...
Idihh... merinding aku! ngeliatin bambu deket aula!
Dilla lalu tadi keluar dari tempat persembunyiannya. "Apa, Dil? Mau manggil aku???"
Dilla langsung balik lagi tanpa menjawab. Aku langsung semangat.
Cahaya lilin dari jauh sudah terlihat. Aku datang, mereka bertiga berdiri sambil menyanyikan lagu 'Happy Birthday To You'. Fina membawa kotak berisi Chiffoon Cake. "Tiup ya, Bit..."
"Dibawah aja..." ucapku.
Cahaya lilin yang terlihat dari jauh ternyata menarik perhatian orang yang lewat. Beberapa ada yang datang. menyanyikan lagu HBD juga.
Sebelum meniup lilin, kufoto dulu kuenya. Walaupun ada lilin yang mati karena tadi diletakkan ke lantai agak cepat.
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang, juga.... sekarang juga..."
Aku berdo'a. semoga aku bisa akrab dengan teman baruku di 7B. Dan tetap menjalin pertemanan dengan kawan-kawan SD-ku ini. Dan dibolehkan buka bersama dengan 7B di ***. Fuuuhhh...!
"potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga...." itu yang dinyanyikan anak cewek. Niemas memberikan pisau plastik warna putih. Sedangkan yang dinyanyikan anak cowok....
"bagi kuenya, bagi kuenya, bagi kuenya, sekarang juga..."
cepat-cepat aku memotong kuenya. dan membagikan satu per satu pada teman-teman yang mengelilingiku. ada juga yang tidak sabar, lalu mengambil pisau dan memotongnya sendir. terserah. aku benar-benar senang di senja ini.
puas membagi kue, aku mengabadikan momen ini dengan memotret aku, Niemas, dan Fina. Aku meminta tolong pada Afi. Yah.... agak gelap. Tapi tak apalah...
lalu kami membersihkan lantai yang penuh dengan remah-remah roti. Kubungkus juga roti yang masih tersisa banyak. kami berjalan menuju gerbang untuk menunggu penjemput kami.
kami duduk di bawah pohon di atas rumput.rasanya sejuk. aku SMS an dengan Ovi. teman sekelasku. aku lupa kenapa. pokoknya aku dipanggil oleh Niemas. kutengok ke arah atas. dan...
WUURR!!!!
Bedak itu menghujani jilbab dan wajahku. ada yang masuk mulut, pula! awalnya kukira ini terigu. tapi kok wangi ya? INI BEDAK!!!!
&^$%#%$#@(&*&^%*^!!!!! Perasaanku tak karuan!
"Pinjam bedaknya, Niem!" Niemas melemparkan botol bedak bayi kepadaku. Ku kejar mereka. Sampai mereka dijemput satu per satu.
Alhasil, tinggal aku dan anak cowok (alumni) yang tersisa.
"Halah, Ibit ki ra menaki. Aku yo gelem, melu perang-perangan..." ZR bilang begitu.
"Oohhh... gitu...."
SPLASH!!!
Bedak itu kukenakan pada wajah ZR. Kena Afi juga.
Ups, tutupnya lepas. Bajunya ZR kotor....
"Halah.... reget..."
"T...tapi kamu yang minta kan, tadi???" ucapku sambil meringis.
Tak lama setelah bercengkerama dengan anak cowok, akhirnya aku dijemput juga. Aku dan adikku pulang.
Malam ini, malam yang membahagiakan.
Sangat membahagiakan.
Sangat.
thanks to my all my friends....
And you....
Niemas, Dilla, Fina....
Thank you so much!
You gave me a cake....
Beautiful cake, because the cake was mixed with our friend's love...
thanks to all...
all of you...
when you say...
"HBD!"
"Happy Birthday!"
"Selamat ulang tahun..."
"Sweet 12th!"
or other...
i'm happy when read that words...
Thanks....
Label:
My photos,
pengalaman,
sekolah,
senang-senang,
Tak disangka,
teman
Sabtu, 17 Maret 2012
Hooray!!!!
Alhamdulillah, salah satu flash fiction buatanku, yang berjudul ‘Aku Maunya Kamu Titik!’ akan diterbitkan, bersama dengan cerita teman-teman yang lain yang juga mengikuti 15haringeblogff.

Kalau ceritanya ibuku yang berjudul 'Sepucuk surat (bukan) dariku', ada di buku '15 hari bagian 2'.

Ya ampun! Aku seneng banget! Karena ini buku yang menyimpan ceritaku. UNTUK PERTAMA KALINYA.
Satu lagi, untuk Mbak Wangi dan Mas Momo, aku ucapkan SANGAT terima kasih karena sudah memilih ceritaku, yang menurutku, nggak terlalu bagus, sih.
Sebentar ya, saya mau teriak dulu! Senang banget!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.......................
Pertama kali di beritahu sama ibu, aku seneng banget! Sampai nangis, malah. Pas itu aku lagi masuk angin. Nggak tau, tuh, gara-gara akunya kecapean, atau terlalu senang, panasku jadi makin tinggi. Hehehe.
Dan, aku sudah lihat cover buku yang menyimpan ceritaku ini! Aku beruntung! Covernya berwarna seperti warna kesukaanku. BIRU! Ya, walaupun ada pink-nya sedikit. Di buku '15 hari bagian 1' inilah ceritaku tersimpan.
Kalau ceritanya ibuku yang berjudul 'Sepucuk surat (bukan) dariku', ada di buku '15 hari bagian 2'.

Ya ampun! Aku seneng banget! Karena ini buku yang menyimpan ceritaku. UNTUK PERTAMA KALINYA.
Satu lagi, untuk Mbak Wangi dan Mas Momo, aku ucapkan SANGAT terima kasih karena sudah memilih ceritaku, yang menurutku, nggak terlalu bagus, sih.
Sebentar ya, saya mau teriak dulu! Senang banget!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.......................
Sabtu, 06 Juni 2009
Huah, pedas.....!!!!!
Malam minggu. Selalu ramai di tempat umum. Aku biasanya ke ADA swalayan hanya untuk sekedar bermain atau sambil berbelanja. Saat pulang dari ADA, kami mampir di 'nasi goreng Ngesrep' untuk makan malam.
Bapak memesan dua nasgor tidak pedas dan satu nasgor pedas. Sambil menunggu, aku ke tempat pengisian air minum bersama Ar-Ir. Setelah dipanggil, kami bertiga duduk di karpet untuk menyantap nasgor.
Ibu berdua dengan aku, bapak sendiri, dan Ar-Ir setengah-setengah. Bapak menambahkan satu sendok miliknya ke masing-masing piring anak-anak. Aku memakan satu sendok nasgorku.
"Huah! Pedas....!!!" Aku meminum sebanyak-banyaknya air minum yang ada di depanku. Aku minum satu gelas, tapi masih tetap terasa pedasnya.
"Kok pedes sih, punyaku?" Protesku.
"Tadi kamu belum ngaduk paling. Kan dikasih satu yang pedes punya bapak." Ibu memberi saran. Aku mengaduk nasgor, lalu menyantapnya lagi.
"Kok masih pedes?" Air mataku keluar karena pedas. Aku meminum lagi air yang ada di depanku.
"Makanya, cepet-cepet di makan biar nggak pedes lagi." Ibu memberi saran lagi.
Aku memaksakan diri lagi. Aku menyendok nasgorku.
"Sepedes apa sih?" Tanya bapak. Bapak mengambil piringku lalu memasukkan satu sendok nasgor ke dalam mulut.
"Ini yang pedes! Yang bapak makan tadi kok rasanya nggak pedes banget? Lah, punyamu udah tak makan banyak, Bit." Seru bapak. Aku mengambil sapu tangan di kantung untuk mengelap air mataku gara-gara kepedasan. "Ibit nggak bohong." Tambah bapak lagi.
"Biar ditambahin Ar sama Ir aja dulu." Ibu mengambil piring, lalu mengambil masing-masing satu sendok dari piring Ar-Ir ke piringku. Arsyad sempat bingung, kenapa nasgornya diambil.
"Kok punyaku diambil?" Tanya nya.
"Ini buat Mbak Ibit, Ar." Jelas ibu sambil menyerahkan nasgorku. Lalu aku memakannya sampai ludes.
Memang, yang bapak makan sangat pedas! Bapak sampai-sampai tidak tahan juga. Aku memakan punyaku, tidak pedas sama sekali.
Wah, wah, wah. Ini adalah pengalaman lucu yang takkan pernah kulupakan.
Bapak memesan dua nasgor tidak pedas dan satu nasgor pedas. Sambil menunggu, aku ke tempat pengisian air minum bersama Ar-Ir. Setelah dipanggil, kami bertiga duduk di karpet untuk menyantap nasgor.
Ibu berdua dengan aku, bapak sendiri, dan Ar-Ir setengah-setengah. Bapak menambahkan satu sendok miliknya ke masing-masing piring anak-anak. Aku memakan satu sendok nasgorku.
"Huah! Pedas....!!!" Aku meminum sebanyak-banyaknya air minum yang ada di depanku. Aku minum satu gelas, tapi masih tetap terasa pedasnya.
"Kok pedes sih, punyaku?" Protesku.
"Tadi kamu belum ngaduk paling. Kan dikasih satu yang pedes punya bapak." Ibu memberi saran. Aku mengaduk nasgor, lalu menyantapnya lagi.
"Kok masih pedes?" Air mataku keluar karena pedas. Aku meminum lagi air yang ada di depanku.
"Makanya, cepet-cepet di makan biar nggak pedes lagi." Ibu memberi saran lagi.
Aku memaksakan diri lagi. Aku menyendok nasgorku.
"Sepedes apa sih?" Tanya bapak. Bapak mengambil piringku lalu memasukkan satu sendok nasgor ke dalam mulut.
"Ini yang pedes! Yang bapak makan tadi kok rasanya nggak pedes banget? Lah, punyamu udah tak makan banyak, Bit." Seru bapak. Aku mengambil sapu tangan di kantung untuk mengelap air mataku gara-gara kepedasan. "Ibit nggak bohong." Tambah bapak lagi.
"Biar ditambahin Ar sama Ir aja dulu." Ibu mengambil piring, lalu mengambil masing-masing satu sendok dari piring Ar-Ir ke piringku. Arsyad sempat bingung, kenapa nasgornya diambil.
"Kok punyaku diambil?" Tanya nya.
"Ini buat Mbak Ibit, Ar." Jelas ibu sambil menyerahkan nasgorku. Lalu aku memakannya sampai ludes.
Memang, yang bapak makan sangat pedas! Bapak sampai-sampai tidak tahan juga. Aku memakan punyaku, tidak pedas sama sekali.
Wah, wah, wah. Ini adalah pengalaman lucu yang takkan pernah kulupakan.
Langganan:
Postingan (Atom)







