Pelajaran IPS. Hari ini.... Tiga jam pelajaran. Asyik! Ada Pak Tris! Ada lawakan apa lagi ya, nanti?
Aku berdiri di belakang pintu. Aku pingin liat, Pak Tris berjalan di koridor tu, seberapa ganteng! *halah*. Ternyata, guru PPL yang dateng. Ada Bu Dian sama.... aku lupa yang satunya. Baru, sih. BTW, guru PPL kadang dianggap enteng sama anak-anak 7B. Kadang prihatin sih, yang penting aku nggak rame walau kadang rame. #lho?
Bu Dian mau ngajar Ekonomi. Ketika Bu Dian mau mendikte (untuk dicatat), baru beberapa kata.... "Itu udah, Bu! Udah!" banyak yang bilang gitu.
Aku bingung sendiri. Yang salah aku atau mereka? Sing ngajak gelut catetanku apa aku sing keset? Tadi kayaknya ada kata 'Perilaku Manusia terhadap....' dan di catatanku BELUM ADA! Di samping kananku ada Kumala. Kayaknya tadi dia juga bilang 'udah'. Akhirnya Bu Dian mendekte yang lain.
Lamaaaaa banget Bu Dian ngajar. Karena aku nggak suka ekonomi, aku cari ide buat bikin komik empat panel. Setelah hampir setengah jam, aku mau nggambar.....
"Sekarang, siapin selembar kertas! Kita ulangan!"
JLEGEEERRRR........!!!!!!!!!
Aku hampir nggak merhatiin teori Bu Dian, dan sekarang ULANGAN?! Aduuuhh.... keringet dingin aku. Bu Dian udah selesai ngehapus papan tulis. Aku cuma bisa menelungkupkan kepalaku di meja. Mati aku! Badanku udah gemeteran sekarang. Bu Dian bener-bener berubah drastis. Yang awalnya biasa aja, sekarang jadi Pak Tris versi mahasiswi! #eh....
Aku cuma mbukak buku paket beberapa detik dan memasukkannya ke dalam loker. Di meja cuma ada kertas sama disgrip. Udahh.... aku cuma pasrah dapet nilai empat. Mikir angka empat ada di bukunya Pak Tris, aku makin gemeteran. Keringetku masuk kuping.
"Nah, soal pertama."
Spontan aku kaget. Cepet-cepet aku nulis. Eh, halaaahhhh....! Macettt! Aduh, mana pulpenku yang satu? MANAA??!! Oh, ini.
"Satu, tuliskan pesan dan kesan terhadap Bu Dian."
.......................................
.......................................
......................................
"Buk-nyaaa!!!!!!!!!"
"Bu Dian!!"
dan teriakan semacam itu meramaikan kelas.
Aku cuma teriak 'Aaaa' terus badanku lemes semua. Nyenden kursi. Sumpaaah.... detak jantungku keras banget. Terasa. Huh, Bu Dian tu pantesnya jadi aktris! Tega-teganya menipu anak kelas tujuh yang udah nggak poloss........
Yah, tapi aku udah dapet hikmah. Kalo lagi pelajaran jangan nyari ide atau bikin komik empat panel!
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 Oktober 2012
Kamis, 11 Oktober 2012
Praktek Bahasa Indonesia (2)
Barusan tadi pagi, saat pelajaran Bahasa Indonesia, setelah membuat tiga paragraf dengan tema bebas, kami anak 7B dijelaskan tentang Buku Diari. Yang ada di buku catatanku adalah ; "Buku Diari adalah buku tempat dimana seseorang bisa menulis peristiwa suatu hari atau curahan hati."
Dengan sedikit keterangan, guruku langsung menyuruh kami menulis diari di buku catatan. Maksudnya. disuruh membayangkan bahwa buku catatan kami adalah buku diari dan menulis SATU pengalaman saja. Boleh berbohong. Boleh berkhayal.
Awalnya aku ingin menceritakan mimpiku beberapa hari yang lalu. Aku bermimpi naik motor bersama ibu dan Irsyad. Lalu Ibu melompat ke kanan dan Irsyad melompat ke kiri. Sedangkan aku di motor sendirian ketika motornya "menggila sesaat" dan aku ditolong teman SD-ku tapi aku terjatuh......
dan aku bangun dengan bantal yang basah akibat keringatku.
Aku ingin menceritakannya di depan kelas. Tapi temanku ada yang menyarankanku untuk menulis pengalaman tentang aku yang ditinggal pulang oleh ibuku. Hmm.... Itu lebih menarik. Aku bisa membuat teman kelasku tertawa. Aku pun mengantre. Sambil menunggu temanku yang lain bercerita, aku menulis. Tapi ternyata temanku selesai lebih cepat dari yang kuperkirakan. Akhirnya aku ke depan tanpa membawa buku. Kusiapkan kata-kata di dalam hati.
"Jumat, 5 Oktober 2012. Setelah pramuka. Kira-kira pukul lima sore. Setelah melihat Vivi diceburkan ke kolam ikan. Setelah aku diceburin ke kolam ikan oleh Wisda, aku keluar gerbang dan berniat membeli jajan. Lalu melihat mobil ber-plat H **** **. Aku diem. Lalu sadar! Itu mobil yang nyetir Ibuku!" sampai situ teman-temanku mulai tertawa. "Aku langsung lari sambil ngawe-ngawe sambil teriak 'Ibuk! Ibuk!!!'. Terus ada yang manggil aku. Nggak tau itu siapa. Pokoke tak cuekin. Aku lari terus... Tapi aku ketinggalan." Mereka tertawa lagi. "Akhirnya aku nunggu angkot kuning. Selesai."
Dan waktunya sesi tanya-jawab.
"Bit! La kamu sampe rumah protes, nggak?"
"Protes lah! Gini... 'Bu! Aku kok ditinggal to! Aku lari-lari sambil kedinginan habis diceburin ke kolam ikan...."
"Terus Ibumu bilang gimana?"
"Ibuku bilang gini; 'La Mbak Ririn bilangnya kamu udah nggak ada!"
"Bit! Mau tanya!"
"Hem?"
"Kamu ngejar sampai bangjo nggak?"
"Iya.... Trusss???"
"Lampunya merah nggak?"
"Iya, sih."
"Kok nggak kekejar??"
"Jadi gini... Aku lari-lari, dari jauh udah kelihatan lampunya merah. Udah ngucap hamdalah berkali-kali. Nah, pas mau nyampe.... Eh-eh-eh lampune ijo terus aku ditinggal..." dan mereka tertawa lagi.
"Bit!" kali ini Ovi.
"Hem??"
"Aku cuma mau beritahu aja..."
"Apaan?"
"Aku yang manggil-manggil kamu."
"Oh, emangnya kenapa?"
"Aku mau ngajak kamu bareng."
MAK JLEEBBBB!!!!
"Sudah? TERIMAKASIH....."
Dengan sedikit keterangan, guruku langsung menyuruh kami menulis diari di buku catatan. Maksudnya. disuruh membayangkan bahwa buku catatan kami adalah buku diari dan menulis SATU pengalaman saja. Boleh berbohong. Boleh berkhayal.
Awalnya aku ingin menceritakan mimpiku beberapa hari yang lalu. Aku bermimpi naik motor bersama ibu dan Irsyad. Lalu Ibu melompat ke kanan dan Irsyad melompat ke kiri. Sedangkan aku di motor sendirian ketika motornya "menggila sesaat" dan aku ditolong teman SD-ku tapi aku terjatuh......
dan aku bangun dengan bantal yang basah akibat keringatku.
Aku ingin menceritakannya di depan kelas. Tapi temanku ada yang menyarankanku untuk menulis pengalaman tentang aku yang ditinggal pulang oleh ibuku. Hmm.... Itu lebih menarik. Aku bisa membuat teman kelasku tertawa. Aku pun mengantre. Sambil menunggu temanku yang lain bercerita, aku menulis. Tapi ternyata temanku selesai lebih cepat dari yang kuperkirakan. Akhirnya aku ke depan tanpa membawa buku. Kusiapkan kata-kata di dalam hati.
"Jumat, 5 Oktober 2012. Setelah pramuka. Kira-kira pukul lima sore. Setelah melihat Vivi diceburkan ke kolam ikan. Setelah aku diceburin ke kolam ikan oleh Wisda, aku keluar gerbang dan berniat membeli jajan. Lalu melihat mobil ber-plat H **** **. Aku diem. Lalu sadar! Itu mobil yang nyetir Ibuku!" sampai situ teman-temanku mulai tertawa. "Aku langsung lari sambil ngawe-ngawe sambil teriak 'Ibuk! Ibuk!!!'. Terus ada yang manggil aku. Nggak tau itu siapa. Pokoke tak cuekin. Aku lari terus... Tapi aku ketinggalan." Mereka tertawa lagi. "Akhirnya aku nunggu angkot kuning. Selesai."
Dan waktunya sesi tanya-jawab.
"Bit! La kamu sampe rumah protes, nggak?"
"Protes lah! Gini... 'Bu! Aku kok ditinggal to! Aku lari-lari sambil kedinginan habis diceburin ke kolam ikan...."
"Terus Ibumu bilang gimana?"
"Ibuku bilang gini; 'La Mbak Ririn bilangnya kamu udah nggak ada!"
"Bit! Mau tanya!"
"Hem?"
"Kamu ngejar sampai bangjo nggak?"
"Iya.... Trusss???"
"Lampunya merah nggak?"
"Iya, sih."
"Kok nggak kekejar??"
"Jadi gini... Aku lari-lari, dari jauh udah kelihatan lampunya merah. Udah ngucap hamdalah berkali-kali. Nah, pas mau nyampe.... Eh-eh-eh lampune ijo terus aku ditinggal..." dan mereka tertawa lagi.
"Bit!" kali ini Ovi.
"Hem??"
"Aku cuma mau beritahu aja..."
"Apaan?"
"Aku yang manggil-manggil kamu."
"Oh, emangnya kenapa?"
"Aku mau ngajak kamu bareng."
MAK JLEEBBBB!!!!
"Sudah? TERIMAKASIH....."
Rabu, 12 September 2012
O.S.I.S
SMP tu bener-bener ya...?
Sibuuukkk bangeettt.... #nggayane
Herannya, aku mencalonkan diri jadi OSIS. Mencalonkan diri jadi OSIS. Kurang jelas....? MENCALONKAN DIRI JADI OSIS. Kurang jelas lagi???? MEN-CA-LON-KAN DI-RI JA-DI OSISS!!!!!!!
Sumpah, heran banget aku. Yahh... ada perasaan nyesel dikit, lah. Perasaan menyesalku itu kudapatkan ketika tes tahap II. Wawancara. Yah, cuma empat suku kata aja sih.... wa-wan-ca-ra. Tapi..... pertanyaan nya itu loo.... nyelekit gimana-gimana..... gitu.
Pas tes tahap I, ngerjain ilmu pengetahuan umum. Yah, gimana ya.... Bukannya bermaksud sombong. Tapi banyak yang aku kosongi. :P. Ada yang pertanyaannya tuh, gini... ;
----Sebutkan tanggal, dan tempat lahir Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono!
----Sebutkan gelar apa saja yang dimiliki oleh kepala sekolah!
----Sebutkan warna apa saja yang ada di bendera Russia.
Oke, yang terakhir masih bisa di toleransi lah *padahal nggak ngerti arti ne toleransi*. Kurang belajar aja.... *padahal nggak belajar sama sekali buat ujian*.
Pas pengumumuman, aku diterima di tes tahap II. Nilaiku 10. Bukan 10 sempurna.... Yang tertinggi di kelas VII, kalo nggak salah.... 23. Kelas VII nilai minimal 5. Kalo kelas VIII, nilai minimalnya 12.
Nah.... Pas di tahap II, aku ditanyain, kenapa pingin jabatan ini, menurutmu, OSIS itu kayak gimana? Wah, ndredeg dari ujung rambut sampe ujung kaki. Terus disuruh nyanyi. Habis nyanyi tu, badanku makin geter gitu... Keringetku masuk telinga. Rasanya aneh.
Habis wawancara itu, aku punya perasaan sedikit menyesal karena ikut OSIS. Pantes aja temenku yang punya kakak, kelas VIII nggak mau jadi OSIS. Mungkin udah ditakut-takutin. *tapi kakak nya ternyata ikut. takut dapet saingan kali, ya???*
Nah, tadi di sekolah, istirahat kedua habis makan dari kantin.... *kenyang bianget. glegeken dua kali di jalan, dua kali pula ditegur sama temenku karena nggak nutup mulut -___-"* Aku masuk kelas bareng temenku itu, Fira.
Aku masuk.... Temen-temenku yang ada di dalem kelas langsung....
"Weess.... ini dia yang jadi OSIS!"
"Traktir! Traktir!"
"Selamet ya!!!"
Berbagai teriakan menyambut. Aku cuma melongo sendiri. Aku jadi OSIS?
Melihat reaksi ku yang kosong, temenku-temenku kayaknya sadar, kalo orang yang di selametin malah enggak tau. "Aku jadi OSIS??" bisikku.
"Kamu tadi nggak denger di 'halo-halo' *maksudnya megaphone* tadi to???"
"HEH??!!" aku histeris sendiri. "Liat, yoo!!!" aku narik tangannya si Fira.
Di hall, di papan pengumuman, aku lihat kertas yang ditempel. Judulnya 'siswa yang lolos ujian tahap II OSIS'. Aku langsung nyari namaku.
Hoh. Ada.
Tanganku bergetar. Aku narik tangannya Fira langsung lari ke lapangan terus lompat-lompat nggak nggenah. Seneng. Tapi sebenarnya aku belum jadi pengurus OSIS. Aku hanya lolos tahap II dan maju tahap III. Yah.... seneng banget lah. Aku maju tahap III bareng Candra, temen kelasku.
Karena lompat-lompat, aku ditegur lagi sama si Fira. 'Kamu abis makan, nanti kamu sakit perut lho...'. Yah, nggak ku peduliin sebenernya. Tapi aku langsung jalan seperti orang normal lagi.
Sebenernya, rasa menyesalku karena ikut OSIS makin sedikit bertambah. Tapi, kalau mau mengundurkan diri, kok sayang banget gitu. Aku udah berhasil sampai tahap III. Dari tujuh anak yang ikut dari kelasku, cuma dua yang maju tes tahap III.
Aku mencoba untuk melihat sisi positifnya. Kalau aku ikut OSIS, aku punya pacuan buat dapet nilai bagus di seluruh pelajaran.
Besok Kamis aku harus izin ekstra lagi karena ikut tes. Semoga aja, aku berhasil.
Sibuuukkk bangeettt.... #nggayane
Herannya, aku mencalonkan diri jadi OSIS. Mencalonkan diri jadi OSIS. Kurang jelas....? MENCALONKAN DIRI JADI OSIS. Kurang jelas lagi???? MEN-CA-LON-KAN DI-RI JA-DI OSISS!!!!!!!
Sumpah, heran banget aku. Yahh... ada perasaan nyesel dikit, lah. Perasaan menyesalku itu kudapatkan ketika tes tahap II. Wawancara. Yah, cuma empat suku kata aja sih.... wa-wan-ca-ra. Tapi..... pertanyaan nya itu loo.... nyelekit gimana-gimana..... gitu.
Pas tes tahap I, ngerjain ilmu pengetahuan umum. Yah, gimana ya.... Bukannya bermaksud sombong. Tapi banyak yang aku kosongi. :P. Ada yang pertanyaannya tuh, gini... ;
----Sebutkan tanggal, dan tempat lahir Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono!
----Sebutkan gelar apa saja yang dimiliki oleh kepala sekolah!
----Sebutkan warna apa saja yang ada di bendera Russia.
Oke, yang terakhir masih bisa di toleransi lah *padahal nggak ngerti arti ne toleransi*. Kurang belajar aja.... *padahal nggak belajar sama sekali buat ujian*.
Pas pengumumuman, aku diterima di tes tahap II. Nilaiku 10. Bukan 10 sempurna.... Yang tertinggi di kelas VII, kalo nggak salah.... 23. Kelas VII nilai minimal 5. Kalo kelas VIII, nilai minimalnya 12.
Nah.... Pas di tahap II, aku ditanyain, kenapa pingin jabatan ini, menurutmu, OSIS itu kayak gimana? Wah, ndredeg dari ujung rambut sampe ujung kaki. Terus disuruh nyanyi. Habis nyanyi tu, badanku makin geter gitu... Keringetku masuk telinga. Rasanya aneh.
Habis wawancara itu, aku punya perasaan sedikit menyesal karena ikut OSIS. Pantes aja temenku yang punya kakak, kelas VIII nggak mau jadi OSIS. Mungkin udah ditakut-takutin. *tapi kakak nya ternyata ikut. takut dapet saingan kali, ya???*
Nah, tadi di sekolah, istirahat kedua habis makan dari kantin.... *kenyang bianget. glegeken dua kali di jalan, dua kali pula ditegur sama temenku karena nggak nutup mulut -___-"* Aku masuk kelas bareng temenku itu, Fira.
Aku masuk.... Temen-temenku yang ada di dalem kelas langsung....
"Weess.... ini dia yang jadi OSIS!"
"Traktir! Traktir!"
"Selamet ya!!!"
Berbagai teriakan menyambut. Aku cuma melongo sendiri. Aku jadi OSIS?
Melihat reaksi ku yang kosong, temenku-temenku kayaknya sadar, kalo orang yang di selametin malah enggak tau. "Aku jadi OSIS??" bisikku.
"Kamu tadi nggak denger di 'halo-halo' *maksudnya megaphone* tadi to???"
"HEH??!!" aku histeris sendiri. "Liat, yoo!!!" aku narik tangannya si Fira.
Di hall, di papan pengumuman, aku lihat kertas yang ditempel. Judulnya 'siswa yang lolos ujian tahap II OSIS'. Aku langsung nyari namaku.
Hoh. Ada.
Tanganku bergetar. Aku narik tangannya Fira langsung lari ke lapangan terus lompat-lompat nggak nggenah. Seneng. Tapi sebenarnya aku belum jadi pengurus OSIS. Aku hanya lolos tahap II dan maju tahap III. Yah.... seneng banget lah. Aku maju tahap III bareng Candra, temen kelasku.
Karena lompat-lompat, aku ditegur lagi sama si Fira. 'Kamu abis makan, nanti kamu sakit perut lho...'. Yah, nggak ku peduliin sebenernya. Tapi aku langsung jalan seperti orang normal lagi.
Sebenernya, rasa menyesalku karena ikut OSIS makin sedikit bertambah. Tapi, kalau mau mengundurkan diri, kok sayang banget gitu. Aku udah berhasil sampai tahap III. Dari tujuh anak yang ikut dari kelasku, cuma dua yang maju tes tahap III.
Aku mencoba untuk melihat sisi positifnya. Kalau aku ikut OSIS, aku punya pacuan buat dapet nilai bagus di seluruh pelajaran.
Besok Kamis aku harus izin ekstra lagi karena ikut tes. Semoga aja, aku berhasil.
Jumat, 10 Agustus 2012
Bukber dan ultahku
Jam lima ada bukber di SD. Jam lima ada bukber di SD. Jam lima ada bukber di SD....!!!!
Kalimat itu selalu kuingat hari ini. Kubayangkan juga teman-temanku yang memberi aku kado di hari ulang tahunku ini. Tapi sepertinya... tidak..... Tidak mungkin mereka masih mengingat hari ulang tahunku. Kecuali aku mengingatkan mereka.
Mbak Ririn menyiapkan nasi goreng dan es campur dan air putih sebagai bekal berbuka disana. Ada beberapa temanku yang PASTI datang. Niemas, Fina, Tasya, Billa, Umi, Dilla, dll.
Aku berangkat naik ojek. Sampai di depan gerbang sekolah, Aku berpapasan dengan teman sekelasku. Niemas, Fina, Dilla, Sinta, dan Intan. Adiknya Sinta.
Di dalam, aku langsung menghambur pada wali kelasku dulu. Pak Parwoto. Lalu salim dengan guru-guru yang lain. Kami para alumni duduk di bagian belakang bersama para guru. Huh. Yang datang cuma angkatan IV. Angkatan I, II, III nggak ada yang datang sama sekali.
Di belakang, para alumni BENAR-BENAR NGGAK MENDENGARKAN dan TIDAK MEMPERHATIKAN GURU YANG SEDANG BERBICARA. Tapi kami kan kangennn. Satu sama lain. Guru-guru yang lain juga pada ngrumpi. Masa kita nggak boleh?
Kita kan setengah jelangkung, bu.... Datang tak diundang... Pulang diantar... Sama supir masing-masing.... Hihihi.
Dan inilah foto-foto narsisku dengan temanku. Di belakang.
Yak! Saatnya berbuka... do'anya dipimpin sama Rizal. Aku langsung meminum es campurku. Dan memakan nasi gorengku yang porsinya lumayan ini. Niemas sama Fina ngomongin kerudung terus.... pada mau ke kamar mandi. Benerin jilbab. Yahh... paling rahasia antar-sahabat. Biasa....
Aku belum selesai menghabiskan nasigoreng ku. Tapi yang lain udah pada pergi.
"Oy! Oy! Masa aku ditinggal too??? Nasi gorengku belum abis nih, lo... Ahh... kalian sama aja kayak dulu! Selalu ngikutin Niemas...! *teringat masa lalu. hiks.* Ya sudah..."
Aku menghabiskan nasi gorengku. Yang sudah selesai pada mau sholat. Karena rukuhku ketinggalan. Udah lah, solat di rumah aja...
Selesai makan, aku membereskan kotak makan dan tempat minumnya ke dalam tas dan beranjak pergi setelah pamit para guru. Aku melewati toilet TK. Hmm... kan tadi Niemas-Fina pada ke kamar mandi? Ikut campur, ahh... wah! BENER! Ada sandalnya mereka berdua. Ada sepasang lagi. Nggak tau punya siapa.
Saat kuintip. Dilla, Niemas, dan Fina sedang mengerubuti kotak yang berisi.... KUE! Dengan lilin angka 12 di atasnya... PASTI BUAT AKU! Batinku sih, gitu...
"LHO! IBITT!!!"
"PERGI SANA! HUSH!"
Aku cuma terkikik. "Aku udah tau, kok..."
"Bisa nggak kamu pura-pura nggak tau, Bit???" tanya Dilla dengan polosnya. Hm. Jenius.
"Iya, iya.. Aku jalan dari sana ke sana. Aku nggak tau kalian ada disini..." balasku seadanya. Tapi kukerjakan juga yang kuucapkan tadi.
dari ujung ke ujung. Aku belum dipanggil. aku bolak-balik aja deh...
Idihh... merinding aku! ngeliatin bambu deket aula!
Dilla lalu tadi keluar dari tempat persembunyiannya. "Apa, Dil? Mau manggil aku???"
Dilla langsung balik lagi tanpa menjawab. Aku langsung semangat.
Cahaya lilin dari jauh sudah terlihat. Aku datang, mereka bertiga berdiri sambil menyanyikan lagu 'Happy Birthday To You'. Fina membawa kotak berisi Chiffoon Cake. "Tiup ya, Bit..."
"Dibawah aja..." ucapku.
Cahaya lilin yang terlihat dari jauh ternyata menarik perhatian orang yang lewat. Beberapa ada yang datang. menyanyikan lagu HBD juga.
Sebelum meniup lilin, kufoto dulu kuenya. Walaupun ada lilin yang mati karena tadi diletakkan ke lantai agak cepat.
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang, juga.... sekarang juga..."
Aku berdo'a. semoga aku bisa akrab dengan teman baruku di 7B. Dan tetap menjalin pertemanan dengan kawan-kawan SD-ku ini. Dan dibolehkan buka bersama dengan 7B di ***. Fuuuhhh...!
"potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga...." itu yang dinyanyikan anak cewek. Niemas memberikan pisau plastik warna putih. Sedangkan yang dinyanyikan anak cowok....
"bagi kuenya, bagi kuenya, bagi kuenya, sekarang juga..."
cepat-cepat aku memotong kuenya. dan membagikan satu per satu pada teman-teman yang mengelilingiku. ada juga yang tidak sabar, lalu mengambil pisau dan memotongnya sendir. terserah. aku benar-benar senang di senja ini.
puas membagi kue, aku mengabadikan momen ini dengan memotret aku, Niemas, dan Fina. Aku meminta tolong pada Afi. Yah.... agak gelap. Tapi tak apalah...
lalu kami membersihkan lantai yang penuh dengan remah-remah roti. Kubungkus juga roti yang masih tersisa banyak. kami berjalan menuju gerbang untuk menunggu penjemput kami.
kami duduk di bawah pohon di atas rumput.rasanya sejuk. aku SMS an dengan Ovi. teman sekelasku. aku lupa kenapa. pokoknya aku dipanggil oleh Niemas. kutengok ke arah atas. dan...
WUURR!!!!
Bedak itu menghujani jilbab dan wajahku. ada yang masuk mulut, pula! awalnya kukira ini terigu. tapi kok wangi ya? INI BEDAK!!!!
&^$%#%$#@(&*&^%*^!!!!! Perasaanku tak karuan!
"Pinjam bedaknya, Niem!" Niemas melemparkan botol bedak bayi kepadaku. Ku kejar mereka. Sampai mereka dijemput satu per satu.
Alhasil, tinggal aku dan anak cowok (alumni) yang tersisa.
"Halah, Ibit ki ra menaki. Aku yo gelem, melu perang-perangan..." ZR bilang begitu.
"Oohhh... gitu...."
SPLASH!!!
Bedak itu kukenakan pada wajah ZR. Kena Afi juga.
Ups, tutupnya lepas. Bajunya ZR kotor....
"Halah.... reget..."
"T...tapi kamu yang minta kan, tadi???" ucapku sambil meringis.
Tak lama setelah bercengkerama dengan anak cowok, akhirnya aku dijemput juga. Aku dan adikku pulang.
Malam ini, malam yang membahagiakan.
Sangat membahagiakan.
Sangat.
Kalimat itu selalu kuingat hari ini. Kubayangkan juga teman-temanku yang memberi aku kado di hari ulang tahunku ini. Tapi sepertinya... tidak..... Tidak mungkin mereka masih mengingat hari ulang tahunku. Kecuali aku mengingatkan mereka.
Mbak Ririn menyiapkan nasi goreng dan es campur dan air putih sebagai bekal berbuka disana. Ada beberapa temanku yang PASTI datang. Niemas, Fina, Tasya, Billa, Umi, Dilla, dll.
Aku berangkat naik ojek. Sampai di depan gerbang sekolah, Aku berpapasan dengan teman sekelasku. Niemas, Fina, Dilla, Sinta, dan Intan. Adiknya Sinta.
Di dalam, aku langsung menghambur pada wali kelasku dulu. Pak Parwoto. Lalu salim dengan guru-guru yang lain. Kami para alumni duduk di bagian belakang bersama para guru. Huh. Yang datang cuma angkatan IV. Angkatan I, II, III nggak ada yang datang sama sekali.
Di belakang, para alumni BENAR-BENAR NGGAK MENDENGARKAN dan TIDAK MEMPERHATIKAN GURU YANG SEDANG BERBICARA. Tapi kami kan kangennn. Satu sama lain. Guru-guru yang lain juga pada ngrumpi. Masa kita nggak boleh?
Kita kan setengah jelangkung, bu.... Datang tak diundang... Pulang diantar... Sama supir masing-masing.... Hihihi.
Dan inilah foto-foto narsisku dengan temanku. Di belakang.
Yak! Saatnya berbuka... do'anya dipimpin sama Rizal. Aku langsung meminum es campurku. Dan memakan nasi gorengku yang porsinya lumayan ini. Niemas sama Fina ngomongin kerudung terus.... pada mau ke kamar mandi. Benerin jilbab. Yahh... paling rahasia antar-sahabat. Biasa....
Aku belum selesai menghabiskan nasigoreng ku. Tapi yang lain udah pada pergi.
"Oy! Oy! Masa aku ditinggal too??? Nasi gorengku belum abis nih, lo... Ahh... kalian sama aja kayak dulu! Selalu ngikutin Niemas...! *teringat masa lalu. hiks.* Ya sudah..."
Aku menghabiskan nasi gorengku. Yang sudah selesai pada mau sholat. Karena rukuhku ketinggalan. Udah lah, solat di rumah aja...
Selesai makan, aku membereskan kotak makan dan tempat minumnya ke dalam tas dan beranjak pergi setelah pamit para guru. Aku melewati toilet TK. Hmm... kan tadi Niemas-Fina pada ke kamar mandi? Ikut campur, ahh... wah! BENER! Ada sandalnya mereka berdua. Ada sepasang lagi. Nggak tau punya siapa.
*maaf, agak gelap*
"LHO! IBITT!!!"
"PERGI SANA! HUSH!"
Aku cuma terkikik. "Aku udah tau, kok..."
"Bisa nggak kamu pura-pura nggak tau, Bit???" tanya Dilla dengan polosnya. Hm. Jenius.
"Iya, iya.. Aku jalan dari sana ke sana. Aku nggak tau kalian ada disini..." balasku seadanya. Tapi kukerjakan juga yang kuucapkan tadi.
dari ujung ke ujung. Aku belum dipanggil. aku bolak-balik aja deh...
Idihh... merinding aku! ngeliatin bambu deket aula!
Dilla lalu tadi keluar dari tempat persembunyiannya. "Apa, Dil? Mau manggil aku???"
Dilla langsung balik lagi tanpa menjawab. Aku langsung semangat.
Cahaya lilin dari jauh sudah terlihat. Aku datang, mereka bertiga berdiri sambil menyanyikan lagu 'Happy Birthday To You'. Fina membawa kotak berisi Chiffoon Cake. "Tiup ya, Bit..."
"Dibawah aja..." ucapku.
Cahaya lilin yang terlihat dari jauh ternyata menarik perhatian orang yang lewat. Beberapa ada yang datang. menyanyikan lagu HBD juga.
Sebelum meniup lilin, kufoto dulu kuenya. Walaupun ada lilin yang mati karena tadi diletakkan ke lantai agak cepat.
"tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang, juga.... sekarang juga..."
Aku berdo'a. semoga aku bisa akrab dengan teman baruku di 7B. Dan tetap menjalin pertemanan dengan kawan-kawan SD-ku ini. Dan dibolehkan buka bersama dengan 7B di ***. Fuuuhhh...!
"potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga...." itu yang dinyanyikan anak cewek. Niemas memberikan pisau plastik warna putih. Sedangkan yang dinyanyikan anak cowok....
"bagi kuenya, bagi kuenya, bagi kuenya, sekarang juga..."
cepat-cepat aku memotong kuenya. dan membagikan satu per satu pada teman-teman yang mengelilingiku. ada juga yang tidak sabar, lalu mengambil pisau dan memotongnya sendir. terserah. aku benar-benar senang di senja ini.
puas membagi kue, aku mengabadikan momen ini dengan memotret aku, Niemas, dan Fina. Aku meminta tolong pada Afi. Yah.... agak gelap. Tapi tak apalah...
lalu kami membersihkan lantai yang penuh dengan remah-remah roti. Kubungkus juga roti yang masih tersisa banyak. kami berjalan menuju gerbang untuk menunggu penjemput kami.
kami duduk di bawah pohon di atas rumput.rasanya sejuk. aku SMS an dengan Ovi. teman sekelasku. aku lupa kenapa. pokoknya aku dipanggil oleh Niemas. kutengok ke arah atas. dan...
WUURR!!!!
Bedak itu menghujani jilbab dan wajahku. ada yang masuk mulut, pula! awalnya kukira ini terigu. tapi kok wangi ya? INI BEDAK!!!!
&^$%#%$#@(&*&^%*^!!!!! Perasaanku tak karuan!
"Pinjam bedaknya, Niem!" Niemas melemparkan botol bedak bayi kepadaku. Ku kejar mereka. Sampai mereka dijemput satu per satu.
Alhasil, tinggal aku dan anak cowok (alumni) yang tersisa.
"Halah, Ibit ki ra menaki. Aku yo gelem, melu perang-perangan..." ZR bilang begitu.
"Oohhh... gitu...."
SPLASH!!!
Bedak itu kukenakan pada wajah ZR. Kena Afi juga.
Ups, tutupnya lepas. Bajunya ZR kotor....
"Halah.... reget..."
"T...tapi kamu yang minta kan, tadi???" ucapku sambil meringis.
Tak lama setelah bercengkerama dengan anak cowok, akhirnya aku dijemput juga. Aku dan adikku pulang.
Malam ini, malam yang membahagiakan.
Sangat membahagiakan.
Sangat.
thanks to my all my friends....
And you....
Niemas, Dilla, Fina....
Thank you so much!
You gave me a cake....
Beautiful cake, because the cake was mixed with our friend's love...
thanks to all...
all of you...
when you say...
"HBD!"
"Happy Birthday!"
"Selamat ulang tahun..."
"Sweet 12th!"
or other...
i'm happy when read that words...
Thanks....
Label:
My photos,
pengalaman,
sekolah,
senang-senang,
Tak disangka,
teman
My New Junior High School
Yep, lulus SD, pasti sudah terbayang betapa repotnya mencari SMP Negri favorit. Sudah ada dua plan di tanganku. Spensa dan Spedusa. SMPN 1 n SMPN 21. RSBI yang terkenal di daerah masing-masing.
Aku awalnya hanya mendaftarkan diri di Spensa. Banyak sekali temanku yang mendaftar disini. Alumni dari SD ku juga banyak yang bersekolah disini.
Suatu malam, ibu bertanya. Apa aku nggak ingin sekolah di SMPN 21??? Kan itu SMP di kota? Saingan lebih ketat, belajarnya jadi lebih serius.
Aku pingin bilang 'iya' tapi nggak bisa. Aku mau masuk SMPN 1. Aku nggak mau pisah sama temen SD ku! Begitu rencanaku. Iya, aku ingin masuk Spensa bukan karena itu RSBI atau bukan. Aku hanya ingin dekat sama temen-temenku. AKU NGGAK MAU JAUH!
"Coba kamu tanya sama Reza F dulu... Katamu dia mau daftar SMPN 21. Tanyain kapan pendaftarannya, ya???" usul ibuku. Sambil menyebutkan nama teman sekelasku yang rumahnya amat sangat jauh dari SD.
"Mmmm... kayaknya pendaftarannya bareng SMPN 1 kok. Soalnya, Reza F izin kemarin. Katanya mau daftar SMP."
"Gitu ya? Mungkin karena sama-sama RSBI jadinya bareng. Ya sudah, di SMPN 1 aja..."
"Belum kok. Pendaftarannya belum mulai." suara Bapak. "temennya bapak ada yang mau nyekolahin anaknya disitu. Tapi sampai sekarang belum ndaftar."
"Bit... Tanyain dulu ya. Siapa tahu Reza baru daftar di sekolah cadangan. Hidayatullah paling..."
* * *
Masuk sekolah. *hanya untuk bersih-bersih....*
Wali kelas kami, Pak Woto, menyuruh kami bersih-bersih kelas, dan membersihkan meja. Karena sapu di kelasku terbatas, kami rebutan. Aku mendapatkan salah satunya. Udah capek nyapu....
"Siapa yang mau pake sapu???" anak cowok yang ngacung. Reza F salah satunya. Nah... ini kesempatan. Tadi pagi dia nggak mau njawab pertanyaanku tentang SPEDUSA. Sekarang buat sogokannya aja... Xixixixixi....
"Tak kasih sapu, bagi yang mau njawab pertanyaanku yo! Dhisik-dhisikan! Kapan pendaftaran ning SMP 21!"
*yang nggak ngerti langsung lemes* "Halah, ibit ki..."
Tinggal K-O sama Reza F. Kutatap mereka berdua. "Reza..."
"Yo! Yo! Aku ngerti! Tanggal x sampai y! *aku lali*"
"Wokeh, NYOH! *ngelempar sapu terus lompat kursi*"
* * *
Akhirnya aku daftar dua. Spensa sama Spedusa. But..... Sekolahku hanya memberikan SATU Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Sementara. Kayaknya yang lain dikasih dua atau tiga...
It's a dilemma! Harus ngasih ke SMP yang mana nih? Dua-duanya meminta SKHUNS yang asli. Nggak boleh fotokopian... :-(...
Keputusan akhirnya, aku menyerahkan SKHUNS-ku ke..... *drumroll*......
AKU!!!!! *ba dum tsss* Nggak lucu ya..???
Aku ngasih SKHUNS nya ke SPEDUSA. Udah punya firasat yang benar-benar-benar-benar positif kalo aku PASTI masuk ke SPEDUSA. Pasti.
Dengan bahasa inggris ku yang katanya bagus... Walau masih ada yang harus ditambal... Tes psikolog yang 80% dikerjakan tanpa kesulitan... Matematika, IPA, Bahasa Indonesia yang beberapa soal adalah soal SMP.... dan IPU yang hanya bisa kukerjakan dengan akal sehat (bukan cara terakhir. ngarang!) 50% sajaahhh....
Dan hasilnya....
AKU DITERIMA DI SPEDUSA!!!!
Wawww.... wiwiwwww.... wuuuhuuu!!!!
Kuterima berita itu pas aku lagi kemping di rumahnya temenku. Nggak lucu banget.
Yahh... Kusingkat aja ya, hari-hariku di sana...
Aku sekarang punya temen baru. Sahabat baru juga.
Kelas yang nyenengin dan rame tiada duanya!
Kadang main rahasia-rahasia an juga sama temen...
Yah... BEGITULAH! Walaupun nggak ada yang kukenal sama sekali. Cause, Reza F ada di kelas C. Aku ada di kelas B.
sekian dulu ya... cuapekkk....
Aku awalnya hanya mendaftarkan diri di Spensa. Banyak sekali temanku yang mendaftar disini. Alumni dari SD ku juga banyak yang bersekolah disini.
Suatu malam, ibu bertanya. Apa aku nggak ingin sekolah di SMPN 21??? Kan itu SMP di kota? Saingan lebih ketat, belajarnya jadi lebih serius.
Aku pingin bilang 'iya' tapi nggak bisa. Aku mau masuk SMPN 1. Aku nggak mau pisah sama temen SD ku! Begitu rencanaku. Iya, aku ingin masuk Spensa bukan karena itu RSBI atau bukan. Aku hanya ingin dekat sama temen-temenku. AKU NGGAK MAU JAUH!
"Coba kamu tanya sama Reza F dulu... Katamu dia mau daftar SMPN 21. Tanyain kapan pendaftarannya, ya???" usul ibuku. Sambil menyebutkan nama teman sekelasku yang rumahnya amat sangat jauh dari SD.
"Mmmm... kayaknya pendaftarannya bareng SMPN 1 kok. Soalnya, Reza F izin kemarin. Katanya mau daftar SMP."
"Gitu ya? Mungkin karena sama-sama RSBI jadinya bareng. Ya sudah, di SMPN 1 aja..."
"Belum kok. Pendaftarannya belum mulai." suara Bapak. "temennya bapak ada yang mau nyekolahin anaknya disitu. Tapi sampai sekarang belum ndaftar."
"Bit... Tanyain dulu ya. Siapa tahu Reza baru daftar di sekolah cadangan. Hidayatullah paling..."
* * *
Masuk sekolah. *hanya untuk bersih-bersih....*
Wali kelas kami, Pak Woto, menyuruh kami bersih-bersih kelas, dan membersihkan meja. Karena sapu di kelasku terbatas, kami rebutan. Aku mendapatkan salah satunya. Udah capek nyapu....
"Siapa yang mau pake sapu???" anak cowok yang ngacung. Reza F salah satunya. Nah... ini kesempatan. Tadi pagi dia nggak mau njawab pertanyaanku tentang SPEDUSA. Sekarang buat sogokannya aja... Xixixixixi....
"Tak kasih sapu, bagi yang mau njawab pertanyaanku yo! Dhisik-dhisikan! Kapan pendaftaran ning SMP 21!"
*yang nggak ngerti langsung lemes* "Halah, ibit ki..."
Tinggal K-O sama Reza F. Kutatap mereka berdua. "Reza..."
"Yo! Yo! Aku ngerti! Tanggal x sampai y! *aku lali*"
"Wokeh, NYOH! *ngelempar sapu terus lompat kursi*"
* * *
Akhirnya aku daftar dua. Spensa sama Spedusa. But..... Sekolahku hanya memberikan SATU Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Sementara. Kayaknya yang lain dikasih dua atau tiga...
It's a dilemma! Harus ngasih ke SMP yang mana nih? Dua-duanya meminta SKHUNS yang asli. Nggak boleh fotokopian... :-(...
Keputusan akhirnya, aku menyerahkan SKHUNS-ku ke..... *drumroll*......
AKU!!!!! *ba dum tsss* Nggak lucu ya..???
Aku ngasih SKHUNS nya ke SPEDUSA. Udah punya firasat yang benar-benar-benar-benar positif kalo aku PASTI masuk ke SPEDUSA. Pasti.
Dengan bahasa inggris ku yang katanya bagus... Walau masih ada yang harus ditambal... Tes psikolog yang 80% dikerjakan tanpa kesulitan... Matematika, IPA, Bahasa Indonesia yang beberapa soal adalah soal SMP.... dan IPU yang hanya bisa kukerjakan dengan akal sehat (bukan cara terakhir. ngarang!) 50% sajaahhh....
Dan hasilnya....
AKU DITERIMA DI SPEDUSA!!!!
Wawww.... wiwiwwww.... wuuuhuuu!!!!
Kuterima berita itu pas aku lagi kemping di rumahnya temenku. Nggak lucu banget.
Yahh... Kusingkat aja ya, hari-hariku di sana...
Aku sekarang punya temen baru. Sahabat baru juga.
Kelas yang nyenengin dan rame tiada duanya!
Kadang main rahasia-rahasia an juga sama temen...
Yah... BEGITULAH! Walaupun nggak ada yang kukenal sama sekali. Cause, Reza F ada di kelas C. Aku ada di kelas B.
sekian dulu ya... cuapekkk....
Rabu, 23 Maret 2011
Barter (palsu)
Tiap di mobil jemputan, mesti aku diisengin. Belakangan ini, botol minum milikku-lah yang menjadi target. Tiap kali aku lengah, botol minumku diambil dan disalurkan ke yang lain, lalu disembunyikan. Hari ini, botol minumanku berhenti di tangan Umi. Saat dia turun dari mobil, aku panik. Aku mencari-cari di bawah kursi tempat ia duduk. Aduh... kok nggak ada, ya? batinku. Billa lalu memberikanku minuman teh dalam kemasan yang tinggal setengah, pemberian dari Umi. Karena minumku hilang, dan aku lagi sedang haus-hausnya, aku pun meminum teh itu sampai habis. Dan aku membuangnya di selokan saat mobil berjalan (jangan ditiru, ya.... :P).
Aku menganggap peristiwa ini hanyalah barter. Untuk memastikan, aku mencari-cari lagi botol minumanku di bawah kursi. Untung, botolku itu cuma botol bekas yang dipakai. Kalau botol yang bukan botol bekas?! Wuah.... CILAKA DUA BELAS!
Angga, lalu menyruh aku mencari lagi. Bukan hanya di sekitar kursi Umi, tapi di tempat-tempat yang lain. Akhirnya ketemu. Air di dalam botolku masih banyak. Belum ada seperempat kuhabiskan. Eman-eman, kan, kalau hilang terus kotor nggak bisa diminum lagi?
Karena aku masih haus, aku segera meminum air minumku. Lalu bertepuk tangan, karena Angga sudah memberitahu tempatnya. Aku menebak-nebak, tadi Umi menyalurkan botolku ke Angga, lalu disembunyikan, tapi bilangnya, tidak.
Hmmm.... Ini, sih, namanya barter palsu! Dikira barter, ealah.... akhir-akhirnya botolku malah ketemu!
Aku menganggap peristiwa ini hanyalah barter. Untuk memastikan, aku mencari-cari lagi botol minumanku di bawah kursi. Untung, botolku itu cuma botol bekas yang dipakai. Kalau botol yang bukan botol bekas?! Wuah.... CILAKA DUA BELAS!
Angga, lalu menyruh aku mencari lagi. Bukan hanya di sekitar kursi Umi, tapi di tempat-tempat yang lain. Akhirnya ketemu. Air di dalam botolku masih banyak. Belum ada seperempat kuhabiskan. Eman-eman, kan, kalau hilang terus kotor nggak bisa diminum lagi?
Karena aku masih haus, aku segera meminum air minumku. Lalu bertepuk tangan, karena Angga sudah memberitahu tempatnya. Aku menebak-nebak, tadi Umi menyalurkan botolku ke Angga, lalu disembunyikan, tapi bilangnya, tidak.
Hmmm.... Ini, sih, namanya barter palsu! Dikira barter, ealah.... akhir-akhirnya botolku malah ketemu!
Label:
pengalaman,
sekolah,
senang-senang,
teman
Jumat, 05 Februari 2010
Terhibur nggak???
Setelah pelajaran bahasa arab, Pak Sodiq berkata di mikrofon yang ada di tingkat bawah.
"YANG IKUT DRUM BAND, MOHON MAAF. PAK ANWAR TIDAK BISA DATANG KARENA SAKIT. BERARTI, DRUM BAND MINGGU INI DILIBURKAN DULU... TERIMA KASIH"
Aku mendengarkan pengumuman itu dengan seksama.Teman-teman mengusulkan kita akan bersenang-senang bersama. Tapi, gimana ya???? Boleh juga sih. Tapi, aku dapet nomor buat telepon ojek. Akhirnya aku telepon di kantor TU. Tapi setelah dicoba beberapa kali, tetep nggak di angkat. Akhirnya, aku mengikuti teman-temanku untuk bersenang-senang.
Setelah ganti baju, kami langsung makan siang di warung makan. Lalu, kami ke mushola. Aku, Niemas, Reza, Vina, Ais, dan Dilla tercengang. Kaget sekali! Di teras mushola terdapat meja kecil yang disusun seperti ini: dua meja di bawah, satu meja di atas. Jadi kayak tempat duduk penonton gityu... benar-benar diduduki! Dan terlihat Syahda dan Salsa sedang siap-siap. Apakah ada acara? Tapi apa????
Aku akhirnya duduk di samping Billa. Umi membawa HP milik Syahda untuk merekam video.
"1, 2, 3..!!!!" Teriak para penonton. Syahda dan Salsa ternyata membuat acara show kecil-kecilan wushu. Bagus sekali ide mereka berdua. Kami terhibur melihat Syahda dan Salsa memperlihatkan wushu mereka. Tiba-tiba, aku memiliki ide bagus dan akan melatih kepercayaan diri penonton. Aku turun dan membisikkan ideku pada Salsa dan Syahda.
"Oke. Kami akan membuat acara show yang beda. Ada yang mau mementaskan sesuatu???? Selain aku dan Salsa????" Tanya Syahda lantang. Aku mengangkat tangan.
Ada yang lain??? Reza ke depan tapi hanya mau bernyanyi berdua bersamaku.
"Aku mau! Tapi aku maunya jadi presenter. Sama niemas dan Billa." Teriak Vina sambil mengangkat tangan. Boleh juga....
Aku dan Reza menunggu wushu Syahda dan Salsa selesai. Mereka membungkuk, penonton berteriak meriah SEKALI...!!!! Benar-benar seperti acara show di tivi!
Aku dan Reza maju ke depan. Kami menyanyikan lagu Bunda hingga selesai. Ada yang mbrambang gara-gara terharu. Pokoknya..... ya, gitu deh!
Aku dijemput ojek. Akhirnya, acara show selesai. AKu dapat hadiah es teh dari Syahda karena sudah memberi ide yang bagus.
"Idemu juga bagus. Biar orang-orang nggak mati kutu." Aku naik motor dan meminum es tehku.
TERHIBUR NGGAK??!!!
"YANG IKUT DRUM BAND, MOHON MAAF. PAK ANWAR TIDAK BISA DATANG KARENA SAKIT. BERARTI, DRUM BAND MINGGU INI DILIBURKAN DULU... TERIMA KASIH"
Aku mendengarkan pengumuman itu dengan seksama.Teman-teman mengusulkan kita akan bersenang-senang bersama. Tapi, gimana ya???? Boleh juga sih. Tapi, aku dapet nomor buat telepon ojek. Akhirnya aku telepon di kantor TU. Tapi setelah dicoba beberapa kali, tetep nggak di angkat. Akhirnya, aku mengikuti teman-temanku untuk bersenang-senang.
Setelah ganti baju, kami langsung makan siang di warung makan. Lalu, kami ke mushola. Aku, Niemas, Reza, Vina, Ais, dan Dilla tercengang. Kaget sekali! Di teras mushola terdapat meja kecil yang disusun seperti ini: dua meja di bawah, satu meja di atas. Jadi kayak tempat duduk penonton gityu... benar-benar diduduki! Dan terlihat Syahda dan Salsa sedang siap-siap. Apakah ada acara? Tapi apa????
Aku akhirnya duduk di samping Billa. Umi membawa HP milik Syahda untuk merekam video.
"1, 2, 3..!!!!" Teriak para penonton. Syahda dan Salsa ternyata membuat acara show kecil-kecilan wushu. Bagus sekali ide mereka berdua. Kami terhibur melihat Syahda dan Salsa memperlihatkan wushu mereka. Tiba-tiba, aku memiliki ide bagus dan akan melatih kepercayaan diri penonton. Aku turun dan membisikkan ideku pada Salsa dan Syahda.
"Oke. Kami akan membuat acara show yang beda. Ada yang mau mementaskan sesuatu???? Selain aku dan Salsa????" Tanya Syahda lantang. Aku mengangkat tangan.
Ada yang lain??? Reza ke depan tapi hanya mau bernyanyi berdua bersamaku.
"Aku mau! Tapi aku maunya jadi presenter. Sama niemas dan Billa." Teriak Vina sambil mengangkat tangan. Boleh juga....
Aku dan Reza menunggu wushu Syahda dan Salsa selesai. Mereka membungkuk, penonton berteriak meriah SEKALI...!!!! Benar-benar seperti acara show di tivi!
Aku dan Reza maju ke depan. Kami menyanyikan lagu Bunda hingga selesai. Ada yang mbrambang gara-gara terharu. Pokoknya..... ya, gitu deh!
Aku dijemput ojek. Akhirnya, acara show selesai. AKu dapat hadiah es teh dari Syahda karena sudah memberi ide yang bagus.
"Idemu juga bagus. Biar orang-orang nggak mati kutu." Aku naik motor dan meminum es tehku.
TERHIBUR NGGAK??!!!
Sabtu, 23 Januari 2010
Makan-makan di sekolah
Saat aku mau keluar pintu rumah, baru kuingat, ini hari SABTU! Festival 4 sehat 5 sempurna di sekolahku! Untung aku bawa susu sama piring. Gimana kalau ayamnya? nggak keburu kan?
Aku mengambil kresek asal-asalan, membuka kulkas dan memasukkan enam botol susu. Lalu membuka rak piring dan mengambil enam piring. Masuk mobil, membawa tas plus persiapan.
Sampai di sekolah....aku telat. Aku meletakkan tas dan kresek berisi piring dan susu. Pelajaran Bahasa Indonesia pun dimulai. Hari ini belajar tentang cara membuat karangan! Agak-agak susah sih, dari pada yang kubayangkan. Tapi asyik lho! Anehnya, temen-temen yang lain pada nggak suka mengarang. Masa sih, mengarang yang seasyik itu tidak disukai? Lanjut...!!!!
Setelah pelajaran, kami disuruh memakai topi dan hasduk (seragam pramuka) untuk foto pembuatan KTA. Setelah kelas kami di panggil, kami semua berjalan menuju tempat foto. Yang pertama adalah AKU!
Setelah pemotretan, aku menuju ruang ekstra mewarnai. Aku cuma dapat setengah jam, soalnya yang belum foto KTA, belum boleh ekstra.
Sehabis memasukkan krayon dan pensil. Aku ke kelas dan mengambil kresek berisi piring dan susu, Aku susah payah membawanya ke bawah. Lalu, aku menyuruh temanku, Syahda menjaga bahan-bahannya. Aku mencari karpet. Sayangnya, semua karpet sudah habis bersih, sih, sih! Aku berkeliling sambil mencari ide. Akhirnya aku memutuskan memakai meja. Aku dan Syahda mengangkat meja yang ada di depan "mantan" kelas kami yang di bawah. Setelah meletakkan meja di bawah pohon, aku dan Syahda membersihkanh mejanya menggunakan sulak dan menggelar taplak yang ada di dalam loker mejanya. :P
Aku dan Syahda menata semua perlengkapannya. Syahda menyusun buah di piringnya, aku mengelap piring hingga bersih menggunakan tisu. Aku menumpuk enam piring. Buah Syahda juga sudah tertata rapi. Datanglah empat orang lain dari tim-ku. Wulan, Billa, Umi, dan Dilla. Wulan mengeluarkan tahu-tempenya yang asapnya masih mengepul-ngepul. Padahal sudah dari tadi pagi. Benar-benar aneh! Billa mengeluarkan kotak nasinya dan centongnya diletakkan di atas tutup kotak nasi. Dilla tak ketinggalan dengan ayam gorengnya yang kriuk! Dan sendok. Tinggal Umi. Lho, Umi dan Syahda di mana? Oh... ternyata! Ibu Umi mengantarkan sup ayamnya. Syahda tampak membawa panci besar mewah dengan ringan. Mungkin isinya dikit. Saat tim-ku menyicipi kuah sup, aku mengacungkan jempol. Benar-benar YUMMY!
"YANG SUDAH SELESAI TATA-TATA, DIHARAPKAN MENULIS NAMA ANGGOTA DAN NAMA KELOMPOK. NAMA KELOMPOK HARUS BARONG WARNA ATAU WARNA SAJA! JURI ADALAH BU FRESHTY DAN BU YOSI. DIHARAPKAN SELESAI SEPULUH MENIT LAGI!" Terdengar suara dari megaphone. Aku bergegas mengeluarkan selembar kertas karton putih dan spidol hitam. Aku menulis 'Barong Merah Putih' dan 'ANGGOTA'. Di bawahnya ku tulis nama teman-temanku dan aku sendiri. Di sampingnya, kugambar perempuan berkerudung dengan acungan jempol. Dan tulisan... 'Dijamin, enak, lezat, MAK NYUZZZZ..... dan sehat!'. Aku menekuk sisi atas dan bawah dan di letakkan di depan panci sup.
Menunggu setengah jam, akhirnya juri datang dan mulai bertanya-tanya.
"Ini apa?" Tanya juri sambil menunjuk panci.
"Sup." Jawab kami serempak.
"Boleh dicoba tahu-tempenya?" Kami berenam mengangguk.
"Tahu dan tempe mengandung apa?"
"Protein." Jawabku cepat.
"Protein apa?"
"Protein nabati."
"Kalau ayam goreng?"
"Lemak dan daging."
"Selain itu?" Aku tidak tahu. Aku menyikut Wulan, Wulan menyikut Umi, Umi menyikut Dilla.
"Protein Hewani."
"Bagus. Boleh mencicipi sup-nya?" Aku menyerahkan sendok kepada juri dan membuka tutup pancinya.
Bu Freshty mencicipi. Begitu juga Bu Yosi.
"Enak, dan gurih. Oke, boleh makan." Bu Freshty dan Bu Yosi meninggalkan meja tim kami dan menuju meja tim yang lain.
Aku mengambil sendok dan piring. Aku mengambil nasi dan supnya. Juga ayam dan tempe. Hhhmmm.... Pastilah delicious! Aku makan dengan lahap. Yang tersisa cuma ayam. Aku berjalan mencari mangsa.
"Ehm! Siapa yang mau ayam goreng?!" Teriakku lantang. Kelas enam yang sedang mengerubuti tim "BARONG UNGU" langsung berebutan. Agar aku selamat, aku asal melempar aja. Untung di tangkap. Gimana kalau jatuh ke bak pasir? Aku bakalan GUBRAKS!
Saat aku duduk di kursi, semuanya sudah selesai makan. Pak Woto datang dan bertanya:
"Boleh di makan ini? Nasinya masih banyak, supnya masih banyak, buahnya masih banyak, ayamnya juga, mau diapakan?"
"Kalau mau, panggil aja anak kelas enam pak. Makan siang gratis!" Ujarku. Pak Parwoto setuju, dan....
"ANAK-ANAK KELAS ENAM!!!! MAKAN SIANG GRATISS!!!!! AYOO...!!!!" Teriak Pak Parwoto. Anak kelas enam berebutan piring dan sendok, untung sudah dicuci. Yang tidak dapat, mengambil ayam goreng, tahu, tempe, buah, dan lain-lain. Setelah anak kelas enam mencari tempat makan sendiri-sendiri alias bubar dari stand kami. Aku membersih nasi yang berceceran. Dan membaca buku. Setelah itu, aku berjalan melihat-lihat stand aku juga dibolehin menyicipi. Ada yang lucu nih! (Bocoran, bocoran!)
Salah satu tim cowok di kelasku, makan nasi, sayur, dan lauk pake tangan! Aku tanyain deh.
"Eh, makan sayur kok pake tangan?"
"Habis aku lupa bagi tugas tentang bawa-membawa sendok!" Jawab Afi kesal. Aku hanya terkikik. (bagi yang nggak ketawa.... I'm sorry)
Setelah jalan berputar-putar, aku kembali ke stand-ku. Piring sudah tertumpuk alias sudah dikembalikan. Sendok juga. AKu menghitung tumpukan piring.
"Lho, kok cuma lima?" Tanyaku pada yang lain. Semuanya mengangkat bahu. Umi mencuci panci besar mewahnya dengan susah payah. Aku menunggu lima menit, akhirnya piringku dikembalikan.
"Nih! Piringnya sama sendok! Udah kucuci!" Semua piring yang sudah dikembalikan ternyata sudah dicuci semua! Thanks semuanya.... Aku tingga mengelap hingga kering menggunakan tisu. Lalu memasukkannya ke kresek. Aku beres-beres, yang lain menggotong kursi sama meja.
Waktunya pulang! Aku ber'doa sambil berharap piringku tidak pecah di tengah jalan nanti.
Terima kasih untuk anak kelas enam yang memborong stand kami! Makanan kami jadi tidak mubadzir! Guru-guru pramuka, yang membuat kami lebih mandiri dengan ini semua....
Aku mengambil kresek asal-asalan, membuka kulkas dan memasukkan enam botol susu. Lalu membuka rak piring dan mengambil enam piring. Masuk mobil, membawa tas plus persiapan.
Sampai di sekolah....aku telat. Aku meletakkan tas dan kresek berisi piring dan susu. Pelajaran Bahasa Indonesia pun dimulai. Hari ini belajar tentang cara membuat karangan! Agak-agak susah sih, dari pada yang kubayangkan. Tapi asyik lho! Anehnya, temen-temen yang lain pada nggak suka mengarang. Masa sih, mengarang yang seasyik itu tidak disukai? Lanjut...!!!!
Setelah pelajaran, kami disuruh memakai topi dan hasduk (seragam pramuka) untuk foto pembuatan KTA. Setelah kelas kami di panggil, kami semua berjalan menuju tempat foto. Yang pertama adalah AKU!
Setelah pemotretan, aku menuju ruang ekstra mewarnai. Aku cuma dapat setengah jam, soalnya yang belum foto KTA, belum boleh ekstra.
Sehabis memasukkan krayon dan pensil. Aku ke kelas dan mengambil kresek berisi piring dan susu, Aku susah payah membawanya ke bawah. Lalu, aku menyuruh temanku, Syahda menjaga bahan-bahannya. Aku mencari karpet. Sayangnya, semua karpet sudah habis bersih, sih, sih! Aku berkeliling sambil mencari ide. Akhirnya aku memutuskan memakai meja. Aku dan Syahda mengangkat meja yang ada di depan "mantan" kelas kami yang di bawah. Setelah meletakkan meja di bawah pohon, aku dan Syahda membersihkanh mejanya menggunakan sulak dan menggelar taplak yang ada di dalam loker mejanya. :P
Aku dan Syahda menata semua perlengkapannya. Syahda menyusun buah di piringnya, aku mengelap piring hingga bersih menggunakan tisu. Aku menumpuk enam piring. Buah Syahda juga sudah tertata rapi. Datanglah empat orang lain dari tim-ku. Wulan, Billa, Umi, dan Dilla. Wulan mengeluarkan tahu-tempenya yang asapnya masih mengepul-ngepul. Padahal sudah dari tadi pagi. Benar-benar aneh! Billa mengeluarkan kotak nasinya dan centongnya diletakkan di atas tutup kotak nasi. Dilla tak ketinggalan dengan ayam gorengnya yang kriuk! Dan sendok. Tinggal Umi. Lho, Umi dan Syahda di mana? Oh... ternyata! Ibu Umi mengantarkan sup ayamnya. Syahda tampak membawa panci besar mewah dengan ringan. Mungkin isinya dikit. Saat tim-ku menyicipi kuah sup, aku mengacungkan jempol. Benar-benar YUMMY!
"YANG SUDAH SELESAI TATA-TATA, DIHARAPKAN MENULIS NAMA ANGGOTA DAN NAMA KELOMPOK. NAMA KELOMPOK HARUS BARONG WARNA ATAU WARNA SAJA! JURI ADALAH BU FRESHTY DAN BU YOSI. DIHARAPKAN SELESAI SEPULUH MENIT LAGI!" Terdengar suara dari megaphone. Aku bergegas mengeluarkan selembar kertas karton putih dan spidol hitam. Aku menulis 'Barong Merah Putih' dan 'ANGGOTA'. Di bawahnya ku tulis nama teman-temanku dan aku sendiri. Di sampingnya, kugambar perempuan berkerudung dengan acungan jempol. Dan tulisan... 'Dijamin, enak, lezat, MAK NYUZZZZ..... dan sehat!'. Aku menekuk sisi atas dan bawah dan di letakkan di depan panci sup.
Menunggu setengah jam, akhirnya juri datang dan mulai bertanya-tanya.
"Ini apa?" Tanya juri sambil menunjuk panci.
"Sup." Jawab kami serempak.
"Boleh dicoba tahu-tempenya?" Kami berenam mengangguk.
"Tahu dan tempe mengandung apa?"
"Protein." Jawabku cepat.
"Protein apa?"
"Protein nabati."
"Kalau ayam goreng?"
"Lemak dan daging."
"Selain itu?" Aku tidak tahu. Aku menyikut Wulan, Wulan menyikut Umi, Umi menyikut Dilla.
"Protein Hewani."
"Bagus. Boleh mencicipi sup-nya?" Aku menyerahkan sendok kepada juri dan membuka tutup pancinya.
Bu Freshty mencicipi. Begitu juga Bu Yosi.
"Enak, dan gurih. Oke, boleh makan." Bu Freshty dan Bu Yosi meninggalkan meja tim kami dan menuju meja tim yang lain.
Aku mengambil sendok dan piring. Aku mengambil nasi dan supnya. Juga ayam dan tempe. Hhhmmm.... Pastilah delicious! Aku makan dengan lahap. Yang tersisa cuma ayam. Aku berjalan mencari mangsa.
"Ehm! Siapa yang mau ayam goreng?!" Teriakku lantang. Kelas enam yang sedang mengerubuti tim "BARONG UNGU" langsung berebutan. Agar aku selamat, aku asal melempar aja. Untung di tangkap. Gimana kalau jatuh ke bak pasir? Aku bakalan GUBRAKS!
Saat aku duduk di kursi, semuanya sudah selesai makan. Pak Woto datang dan bertanya:
"Boleh di makan ini? Nasinya masih banyak, supnya masih banyak, buahnya masih banyak, ayamnya juga, mau diapakan?"
"Kalau mau, panggil aja anak kelas enam pak. Makan siang gratis!" Ujarku. Pak Parwoto setuju, dan....
"ANAK-ANAK KELAS ENAM!!!! MAKAN SIANG GRATISS!!!!! AYOO...!!!!" Teriak Pak Parwoto. Anak kelas enam berebutan piring dan sendok, untung sudah dicuci. Yang tidak dapat, mengambil ayam goreng, tahu, tempe, buah, dan lain-lain. Setelah anak kelas enam mencari tempat makan sendiri-sendiri alias bubar dari stand kami. Aku membersih nasi yang berceceran. Dan membaca buku. Setelah itu, aku berjalan melihat-lihat stand aku juga dibolehin menyicipi. Ada yang lucu nih! (Bocoran, bocoran!)
Salah satu tim cowok di kelasku, makan nasi, sayur, dan lauk pake tangan! Aku tanyain deh.
"Eh, makan sayur kok pake tangan?"
"Habis aku lupa bagi tugas tentang bawa-membawa sendok!" Jawab Afi kesal. Aku hanya terkikik. (bagi yang nggak ketawa.... I'm sorry)
Setelah jalan berputar-putar, aku kembali ke stand-ku. Piring sudah tertumpuk alias sudah dikembalikan. Sendok juga. AKu menghitung tumpukan piring.
"Lho, kok cuma lima?" Tanyaku pada yang lain. Semuanya mengangkat bahu. Umi mencuci panci besar mewahnya dengan susah payah. Aku menunggu lima menit, akhirnya piringku dikembalikan.
"Nih! Piringnya sama sendok! Udah kucuci!" Semua piring yang sudah dikembalikan ternyata sudah dicuci semua! Thanks semuanya.... Aku tingga mengelap hingga kering menggunakan tisu. Lalu memasukkannya ke kresek. Aku beres-beres, yang lain menggotong kursi sama meja.
Waktunya pulang! Aku ber'doa sambil berharap piringku tidak pecah di tengah jalan nanti.
Terima kasih untuk anak kelas enam yang memborong stand kami! Makanan kami jadi tidak mubadzir! Guru-guru pramuka, yang membuat kami lebih mandiri dengan ini semua....
Rabu, 20 Januari 2010
Anak baru di sekolah dan di kelas
Ada anak baru di sekolahku. Masuk ke kelasku, yaitu 4A. Namanya Tii. Dia anak (agak) yang suka ngomong keras-keras di dekat telinga orang. Tapi omongannya selalu membuat diriku tertawa. Ternyata Tii anak yang lucu. Dia juga senang bergaul dan bercerita tentang sekolahnya yang dulu di Solo. Tentang sekolahnya yang dulu ada kantinnya, tapi Tii lebih senang di sekolahku karena halamannya lebih luas dan banyak pepohonan.
Tii anak yang pintar berbahasa inggris. Tii juga anak yang cepat menghafal. Seminggu yang lalu, ada pelajaran menghafal surah-surah pendek. Kali ini, Al Bayyinah. Ia langsung menghafalnya dari Jus Amma. Saat di tunjuk, ia benar-benar sudah mengahafalkannya.
Tii suka membaca sepertiku, Tii juga yang paling suka membaca komik buatanku. saat aku bilang sudah ada lanjutannya, pastilah Tii yang paling pertama meminjamnya. Tii memang anak yang asyik.
Kehadiran Tii membuat kelasku makin semarak. Anak perempuan senang padanya. Kadang ada yang kesel juga sih, dicuekin. Yang diperhatiin cuma si Tii. Tapi lama-kelamaan toh pasti jadi makin akrab dan tidak membedak-bedakan.
Sekian ulasanku kali ini. NB:Tii itu perempuan lho!
Selasa, 20-Januari-2010
Tii anak yang pintar berbahasa inggris. Tii juga anak yang cepat menghafal. Seminggu yang lalu, ada pelajaran menghafal surah-surah pendek. Kali ini, Al Bayyinah. Ia langsung menghafalnya dari Jus Amma. Saat di tunjuk, ia benar-benar sudah mengahafalkannya.
Tii suka membaca sepertiku, Tii juga yang paling suka membaca komik buatanku. saat aku bilang sudah ada lanjutannya, pastilah Tii yang paling pertama meminjamnya. Tii memang anak yang asyik.
Kehadiran Tii membuat kelasku makin semarak. Anak perempuan senang padanya. Kadang ada yang kesel juga sih, dicuekin. Yang diperhatiin cuma si Tii. Tapi lama-kelamaan toh pasti jadi makin akrab dan tidak membedak-bedakan.
Sekian ulasanku kali ini. NB:Tii itu perempuan lho!
Selasa, 20-Januari-2010
Minggu, 13 Desember 2009
Itu jajan...
PELAJARAN PKN
Guru:"Ada yang tahu makanan khasnya Jogjakarta?"
Aku:"Bakpia!"
Guru:"Itu jajan. Ganti yang lain. Semarang?"
Aku:"Lunpia!"
Guru:"Itu jajan...yang bener tahu gimbal."
Aku:"Mesti disengajain." [dalam hati]
Ada yang setuju denganku?
Atau bener itu cuma jajan?
Aku yang salah, atau guruku yang salah?
Guru:"Ada yang tahu makanan khasnya Jogjakarta?"
Aku:"Bakpia!"
Guru:"Itu jajan. Ganti yang lain. Semarang?"
Aku:"Lunpia!"
Guru:"Itu jajan...yang bener tahu gimbal."
Aku:"Mesti disengajain." [dalam hati]
Ada yang setuju denganku?
Atau bener itu cuma jajan?
Aku yang salah, atau guruku yang salah?
Jumat, 13 November 2009
Dokter Kecil

Hari Selasa, tanggal 10 November. Hari itulah aku bertugas menjadi dokter kecil, dimana pada hari itu juga, dilaksanakan imunisasi untuk kelas I, II, dan III. Teman bertugasku, Niemas. Mbak Wuyung, Aqila, dan Raihan. Tapi Aqila dan Raihan kelas III. Yang berarti mereka hanya bertugas di kelas. Mbak Wuyung kelas V. Dia bisa membantu, tapi sedang pelajaran di luar sekolah. jadi hanya aku dan Niemas yang bertugas pada hari Selasa itu.
Kami berdua bertugas membantu para dokter dari puskesmas. Seperti membujuk anak agar tidak takut di suntik, memberi permen, membagi obat, dan memegang lengan anak agar tidak kaku dan gemetaran.
Yang pertama di suntik adalam kelas II A. Niemas bertugas di kelas II B. Di II A, tidak ada yang menangis. hanya meringis kesakitan namun tidak menangis. Aku sibuk membukakan permen dan menyuapi permen. Ada yang bilang 'aku takut...', tapi selesai di suntik, dia ketagihan. 'kan enak dapat permen gratis!'. Setelah membagi obat, aku dan para dokter puskesmas berjalan menuju kelas III A. ya ampun! Saat aku masuk, sudah banyak anak yang menangis. Hampir semua anak perempuan.
Aku ebrusaha menenangkan mereka semua, aku jadi kewalahan. Mondar-mandir ke sana kemari. Membukakan permen dan menyuapi, membujuk, dan ada Hafiza. Anak tomboi. Tapi tangannya berlumuran darah. Mungkin kaku. Ia meringis kesakitan sambil memegang kapas.
"Yang sudah di suntik, boleh istirahat!" Kata Pak Adli, wali kelas III A. Audy yang dari tadi menangis meraung-raung berlari keluar. Aku ebrusaha mengejarnya dan membujuknya. Aku memegangi tangannya, Aqila memegang tangan kiri Audy. Aku tidak menekan tangannya, tapi kupegang sekuat tenaga. Kakinya bergerak menuju lututku, aku ditendang! Aqila kaget dan melepaskan tangann Audy. Aku meringis kesakitan. Aku masuk ke kelas itu lagi.
Icha, dia bersembunyi di balik meja paling belakang. Aku mengetahuinya kerena melihat kakinya yang memakai kaus kaki biru. Aku menggeser kursi dan mendekatinya. Memegang tangannya yang penuh dengan keringat dingin.
"Icha, kenapa takut disuntik? Habis disuntik kan kamu bisa lebih sehat terus nggak gampang sakit?...."
"Aku nggak mau! Takut! Sakit!"
"Nggak sakit kok, cuma kayak digigit semut angkrang. pernah digigit semut itu nggak?"
icha mengagguk.
"Rasanya sama kok, cuma yang ini suntik, bukan semut. Di suntiknya nggak ada 3 detik lho! Sebentar banget kan?"
"Tapi aku tetep takut..."
"Nangis nggak papa. Masak kelas III kalah sama anak kelas II? Kelas II tadi nggak ada yang nangis lho..." Icha masih terisak-isak, tapi tidak meraung lagi seperti tadi.
Aku memanggil dokter dan Pak Adli untuk menemui Icha di belakang. Saat dokter datang, Icha mulai meraung, aku memegang pundaknya agar sedikit rileks. Saat jarum suntik di masukkan, Icha berteriak. Saat diberi kapas, Icha mulai berhenti sedikit demi sedikit. Setelah memberi obat, aku keluar kelas dan berjalan di belakang dokter menuju kelas I A.
Di sana, anak-anak duduk dengan tenang. Bo Siti, wali kelas ! A memanggil nama anak di kelas I satu per satu. Aku membuka permen dengan gunting. Di anak yang ke 25, aku mulai pening. Aku menahannya sekuat tenaga hingga anak terakhir. Saat memberi permen, aku langsung berkata pada Bu Siti.
"Bu, aku pusing...."
"Cepat ke poliklinik ya..." Aku berlari pelan menuju poliklinik.
Saat di tanya aku kenapa oleh Mbak Wuyung (yang sudah selesai), aku tiduran duku di kasur. Dan aku menjawab.
"Aku pusing. Gara-gara anak kelas III A yang nangis terus. Tangisannya terngiang-ngiang di kuping ku terus..."
" Ya udah, tak kasih minyak kayu putih dulu ya..." Mbak wuyung mengoleskan minyak kayu putih di bagian kiri dan kanan kepalaku, kaki dan perut.
"Istirahat sebentar, pasti sembuh..."
10 menit kemudian, aku mencoba duduk. Aku tidak sakit lagi. Niemas memberiku minum. Aku masih duduk di tempat tidur dan mencoba berjalan. Aky tidak lemas lagi setelah diberi jajan oleh Niemas.
Tiba-tiba ada anak yang berjalan dengan kaki kanan yang terseret. Lututnya berdarah. Setelah dibersihkan dengan tisu basah, lalu diberi betadin dan diberi hansaplast. Anakk itu duduk di poliklinik sampai istirahat selesai. berarti tugasku sudha cukup di sini. Nanti saat istirahat kedua, aku bertugas lagi di sini. Aku dan niemas membantu anak itu berjalan menuju kelasnya.
Ternyata jadi dokter kecil itu susah ya?
Kamis, 27 November 2008
Di waktu Pak Adli sakit
Kemarin hari Selasa. Guruku nggak bisa masuk karena sakit. waktu pertama kali sih nggak apa-apa, tapi waktu udah dua hari. anak-anak banyak yang ngeluh karena ajaran gurunya nggak seenak Pak Adli. Aku salah satunya. seperti Bu Tika dan Pak Toni. Kalau Bu Tika suka nyuruh kebanyakan. dan kalau Pak Toni, orangnya nggak ngajar sungguh-sungguh. Jadi bosen deh semuanya. Tapi kalau nggak ada guru penganti. nanti semua anak-anak yang ada di kelasku akan bermain, gojek, sepak bola di kelas, dan lain-lain yang serba di kelas. Semuanya jadi nggak beres. Aku sang ketua kelas udah nyuruh mereka semua diam dengan teriakan terkerasku. Aku juga mengancam nanti aku bilangin Bu Yosi guru kelas enam sebelah yang galak. Tapi itu sia-sia. aku protes sama wakilku dan keamanan kelas.
"Kenapa nggak ngurusin mereka semua? Malah ikutan main?" Tanyaku dengan kesal.
Pokoknya suasana hari itu sudah kayak pasar beneran. aku hampir nangis dan kurasa aku dah nggak pantas jadi ketua kelas lagi. Untung tiba- tiba Bu Tika dtang dan menyuruh semua anak-anak duduk mengerjakan Bisma. Pasti mereka bosan. Dan aku juga bosan. Karena Bisma itu isinya pelajaran dan bukunya tebel banget! Pokoknya, aku ber Do'a agar waktu cepet berlalu dan pulang. Aku sudah capek teriak-teriak terus pada hari itu.
"Kenapa nggak ngurusin mereka semua? Malah ikutan main?" Tanyaku dengan kesal.
Pokoknya suasana hari itu sudah kayak pasar beneran. aku hampir nangis dan kurasa aku dah nggak pantas jadi ketua kelas lagi. Untung tiba- tiba Bu Tika dtang dan menyuruh semua anak-anak duduk mengerjakan Bisma. Pasti mereka bosan. Dan aku juga bosan. Karena Bisma itu isinya pelajaran dan bukunya tebel banget! Pokoknya, aku ber Do'a agar waktu cepet berlalu dan pulang. Aku sudah capek teriak-teriak terus pada hari itu.
***
Hari ketiga Pak adli masih nggak masuk. Anak-anak keluh kesah dan banyak yang membicarakannya. Ada yang bilang kalau Bu Tika bohong. KArena katanya Pak Adli cuma izin dua hari. Dan waktu jadi terasa lebih lama dari yang kemarin. TApi aku tetep sabar sampai nanti pulang. Kelas tapi masih tetep rame kayak pasar dan aku masih harus teriak-teriak lagi. Huh sebel deh!
***
Hari Keempat, Saat aku turun dari mobilnya Bu retno. Di dalam hati yang ada cuma kata-kata:
Semoga Pak Adli masuk, Semoga Pak Adli masuk, Semoga Pak Adli masuk...
Tiba-tiba, Kata-kata itu berhenti waktu aku melihat...... Pak Adli!!! Aku langsung berlari dan menyalimi pak Adli sambil mengatakan di dalam hati
"Pak Adli. Anak-anak kemarin rame banget kayak pasar"
Aku lihat wajah pak Adli. Masih sedikit pucat tapi tersenyum padaku. Dan pada hari ini itulah Pak Adli masuk. Aku merasa sangat senang......!!!!!!! sekali!
Sabtu, 02 Agustus 2008
Riki & Afi
Eh, kalian semua tau nggak siapa mereka berdua? Mereka berdua itu dua anak laki-laki yang suku jahili aku. Misalkan tadi siang. Waktu pramuka, ada ulat kecil, terus Riki ngambil daun yang disobek kecil buat ngagetin aku. Spontan aku langsung berteriak,
"Aaaaa....!!!!...."
Langsung saja aku tahu itu bukang ulat tapi hanya daun. Jadi, waktu dia ngelemparin benda apa-apa aja, aku santai aja.
Sekarang, aku lihat Afi ngikutin Riki, terus Riki ngikutin Afi terus. Apa biar lebih kompak gangguin nya ya? Kalau nggak ada mereka berdua. Aku bakal sepi. Karena biasanya kalau aku udah kena batunya, aku langsung ngejar mereka sambil berteriak-teriak.
NB:Teman yang jahil tidak ingin menakali, tapi berteman.
"Aaaaa....!!!!...."
Langsung saja aku tahu itu bukang ulat tapi hanya daun. Jadi, waktu dia ngelemparin benda apa-apa aja, aku santai aja.
Sekarang, aku lihat Afi ngikutin Riki, terus Riki ngikutin Afi terus. Apa biar lebih kompak gangguin nya ya? Kalau nggak ada mereka berdua. Aku bakal sepi. Karena biasanya kalau aku udah kena batunya, aku langsung ngejar mereka sambil berteriak-teriak.
NB:Teman yang jahil tidak ingin menakali, tapi berteman.
Sabtu, 26 Juli 2008
Alicia
Aku punya temen baru, namanya Alicia. Asal luar negeri. Negeri Australia.
Waktu makan siang disekolah, aku duduk di depan kantor bapak ibu guru. Aku duduk di dekat anak yang kelihatannya bule.
Selesai makan. Aku berkenalan dengan anak bule itu, ternyata namanya Alicia. Dia duduk di kelas 3 SD. Sama aku sih, tapi dia kelas 3b. Setelah aku berkenalan, aku memperhatikannya. Sepertinya Alicia itu, masih bisa berbahasa Inggris.
Waktu makan siang disekolah, aku duduk di depan kantor bapak ibu guru. Aku duduk di dekat anak yang kelihatannya bule.
Selesai makan. Aku berkenalan dengan anak bule itu, ternyata namanya Alicia. Dia duduk di kelas 3 SD. Sama aku sih, tapi dia kelas 3b. Setelah aku berkenalan, aku memperhatikannya. Sepertinya Alicia itu, masih bisa berbahasa Inggris.
***
Keesokan harinya. Aku berangkat sekolah. Sampai dikelas, aku langsung mengambil buku PAI dan turun ke bawah untuk pelajaran PAI di mushola. Aku berjalan dengan teman-temanku yang lain. Sampai mushola, kulepas sepatuku lalu masuk dan menaruh bukuku itu. lalu duduk.
"Asssalamu'alaikum..." Salam guruku secara tiba-tiba.
"Wa'ala ikum salam..." Jawab anak-anak serempak. Guruku pun masuk dan menyuruh berdo'a.
Selesai berdo'a. pelajaran pun dimulai. Pelajaran pertama menulis. menulis yang didiktekan bu guru. Kelihatannya Alicia yang duduk disampingku kesusahan menulis. Dan bu guru bilang aku harus membantunya. Jadi apa boleh buat, aku memang kasihan sama Alicia. Jadi tentu harus kubantu. Beberapa menit kemudian, aku terlambat menulis karena dia belum bisa mendengar cepat kata-kataku. Jadi aku harus bilang 'a-l-q-u-r-a-n'. Agak senang, agak capek bilangin Alicia. Tapi itu amal. Nanti aku akan mendapat pahala kok. Baru beberapa hari Alicia sekolah, dia sudah sering diejek sama temen-temen kelas laki-lakinya. Aku berusaha untuk menghiburnya, agar dia terbiasa di sekolah ini.
Kamis, 24 Juli 2008
I'm sorry.
Buat semuanya yang pernah ngoment di blogku, aku minta maaf. karena aku lagi sebel karena temenku pindah sekolah. Padahal kalau ada dia itu rame, nggak sepi kayak sekarang. tapi akhirnya aku terhibur kok, karena habis sekolah dia ke SD-ku lagi. Buat main sama mampir aja. Terus, dia sering ke rumahku. Jadi aku ada temen bermain perempuan. Maafinn ibit ya. Untuk om Iway yang paling suka ngoment ke aku.
Kamis, 08 Mei 2008
Males banget sih!!!!???...
Di sekolahku, ada anak yang terkenal di kelas malas banget! Kalau ada ulangan, pastinya selalu nggak masuk. Namanya N, kadang-kadang dia sombong dan dia cuek banget sama yang lain kecuali temannya yang setia menunggunya. Aku nggak tahu siapa, yang pasti ada si A (nggak tahu lagi ah!). Waktu ulangan tengah semester, beberapa hari N ulangan umum. Tetapi, baru 3 hari saja, dia sudah nggak masuk. Padahal ulangannya agak susah, apa dia berpikir kalau dia nggak akan naik kelas atau dia takut karena ulangannya susah sih?! Aku kadang sebel sama dia, kadang kalau lihat dia lihat yang lain. Ya itu tradisiku kalau ada anak yang sombong. Si N jarang banget sama temennya yang lain baik-baik, tapi berapa hari sudah baik, malah jadi sombong. Ya yang pasti, menurutku dia itu nggak akan naik kelas, karena ia jarang masuk sekolah.
Selasa, 15 April 2008
Saat tas ibu guru hilang
Aku libur karena ibu dan pak guru sedang mengacarakan sesuatu. Saat keesokan harinya aku masuk sekolah lagi, ibu guru memberitakan bahwa tasnya yang dibawa kemarin hilang, aku sangat sedih.
Bu guru bilang "Anak-anak, tolong dengarkan perkataan bu guru. Tas bu guru hilang karena saat bu guru pergi sebentar ke bank jateng sudah dzuhur. Bu Anna, bu Yayan, bu Pudji pergi untuk shalat dzhur di masjid sebelah bank jateng. Ibu guru tidak membawa rukuh jadi bu Yayan bergantian dengan bu Anna atau bu Pudji. Ketika Bu Anna dan bu Pudji sudah rokaat ketiga bu guru langsung siap-siap mengambil wudlu. Saat sampai di masjid kembali ternyata tas ibu guru hilang dengan uang sebesar 7.000.000 rupiah dan HP. Begitu anak-anak, jadi bu guru mohon kalau anak-anak jalan-jalan kalau ada tas yang berwarna cokelat tolong diambil, hanya itu beritanya anak-anak."
Kita harus berhati-hati.
Bu guru bilang "Anak-anak, tolong dengarkan perkataan bu guru. Tas bu guru hilang karena saat bu guru pergi sebentar ke bank jateng sudah dzuhur. Bu Anna, bu Yayan, bu Pudji pergi untuk shalat dzhur di masjid sebelah bank jateng. Ibu guru tidak membawa rukuh jadi bu Yayan bergantian dengan bu Anna atau bu Pudji. Ketika Bu Anna dan bu Pudji sudah rokaat ketiga bu guru langsung siap-siap mengambil wudlu. Saat sampai di masjid kembali ternyata tas ibu guru hilang dengan uang sebesar 7.000.000 rupiah dan HP. Begitu anak-anak, jadi bu guru mohon kalau anak-anak jalan-jalan kalau ada tas yang berwarna cokelat tolong diambil, hanya itu beritanya anak-anak."
Kita harus berhati-hati.
Langganan:
Postingan (Atom)






