Kamis, 04 Desember 2008

Ibu

Ibuku cantik sekali
Wajahnya berseri-seri
Kalau aku sedih
dia menghiburku

Ibuku baik hati
Aku dirawat setiap hari
Makanku selalu dijaga
Uang saku itu pasti

Ibuku selalu bercerita
Ceritanya selalu menarik hati
Aku senang mendengarnya
Hingga tertidur pulas dibuatnya
*puisi ini ditulis oleh temanku, Reza*

Badanku bersih

Pagi-pagi aku mandi
badan menjadi bersih
Pikiranpun jernih
Wajah berseri-seri

Pakaianku putih bersih
Sudah dicuci dan disetrika
Kupakai dengan rapi
Ayah ibuku gembira

Dimeja tersedia makanan
Kuccuci segera kedua tanganku
Aku siap bersantap
bersama ayah dan ibuku

*puisi ini ditulis oleh temanku, Reza*

Mau lomba memasak

Minggu ini dan minggu besok aku masih tes. Tes kali ini menyenangkan kok, nggak kayak dulu-dulu. Dan ada yang menyenangkan lagi. Minggu besoknya se-sekolah nggak ada pelajaran! Tapi diisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Tapi juga ada lomaba yang kayaknya belum pernah dilombakan. aku juga semangat banget, karena itu adalah Lomba Memasak!!! Waktu baca surat dari sekolah aku udah kayak gila! Saking aku suka masak, kalau ada lombanya pasti ikut. Rencananya sih aku nanti mau buat Nasi goreng dan Kacang panjang goreng yang dilengkapi sambal. Pasti yummmyyyyy!!! Terus ada jalan sehat bareng anak kelas lain! Asyik banget! Aku udah nggak sabar untuk melakukan itu semua. Aku mau tanya nih? Kalian ada usul nggak kalau aku dan teman-temanku nggak masak nasgor dan kacang panjang? Tapi yang enak ya.... He...he....he....

Ombak laut

Ombak laut ke tepi pantai
Bergulung berkejaran
Tak henti setiap hari
Walau tengah malam
Air berhamburan ke tepian
Burung camar terbang riang
Seakan menantang mengikuti ombak ke tepian
Tuk mencari ikan

*puisi ini ditulis oleh temanku, Reza*

Kucing-kucingan

Tadi jam 9:30 di kelasku kita bermain kucing-kucingan. Tapi bukan yang gandengan terus melindungi tikus lho! Tapi kucing mengejar bola. Dan yang ikut adalah perempuan yang suka olah raga (karena di kelasku ada yang nggak suka olah raga), dan anak laki-laki yang doyan main bola (ini juga karena anak laki-laki kelasku itu ada yang suka catur dan bola). Aku ikut karena aku suka olah raga. Pertama kita semua hom pim pa. Terus yang jadi duluan dia kucingnya. Anak perempuan dan anak laki-laki semua menyebar. Dan waktu bola dilempar bola jangan sampai kena kucing. Dan yang sudah menangkap jangan sampai disentuh kucing, karena nanti gantian yang menjadi kucing. Tapi aku bingung. Kenapa anak laki-laki cuma melempar ke anak laki-laki saja. Akhirnya mereka tahu bahwa anak perempuan itu juga ikut. Aku sedikit kesal. Aku perhatiin anak perempuan. semuanya bukan menyebar tapi malah berkumpul. Aku lalu berteriak
"Anak perempuan menyebar!" Mereka langsung berlari lebih menyebar. Dan aku juga. Waktu bola dilempar lagi. Aku lari seperti anak laki-laki. Tapi anak-anak perempuan cuma diam matung nunggu bola datang. Waktu berebut, akhirnya aku dapat bolanya, dan kulempar pada Riki. Tapi bola kena kucing. Jadi aku harus menjadi kucing. Aku jadi kucing nggak lama. Waktu aku nggak jadi kucing, aku dapat bolanya lagi dari Yoga, terus ada yang berteriak
"Bit! kesini!" Kata Arwan. Aku nggak mau ngoper kesitu, jadi aku lempar ke sandy tapi bolanya jatuh dan ditangkap kucing. Sekarang aku jadi Kucing lagi. Waktu aku jadi kucing kedua kalinya. Aku jadi kucing lama sekali. tapi akhirnya aku nggak jadi lagi. Yang jadi sekarang Angga. Tapi sayang. Jam sudah menunjukkan jam 9:50, dan sebentarlagi kami dijemput. karena kami pulangnya jam 10 pas. Untung Pak Adli nyuruh berhenti main dan pulang. Dan katanya anak- laki-laki. besok kita akan diajak main lagi (anak perempuan). Tentu saja aku senang, karena ini akan membuat anak laki-laki dan anak perempuan menjadi lebih akrab tanpa pertengkaran. Semuanya beres-beres buku dan alat tulis lainnya.
"Besok main lagi ya! Yang jadi Angga Mangga Anggur!" Kata Zuri mengejek Angga. Semuanya tertawa dan Anggapun juga. Ini adalah tes semester 1 yang pasti tetap mengasyikkan!

Kamis, 27 November 2008

Di waktu Pak Adli sakit

Kemarin hari Selasa. Guruku nggak bisa masuk karena sakit. waktu pertama kali sih nggak apa-apa, tapi waktu udah dua hari. anak-anak banyak yang ngeluh karena ajaran gurunya nggak seenak Pak Adli. Aku salah satunya. seperti Bu Tika dan Pak Toni. Kalau Bu Tika suka nyuruh kebanyakan. dan kalau Pak Toni, orangnya nggak ngajar sungguh-sungguh. Jadi bosen deh semuanya. Tapi kalau nggak ada guru penganti. nanti semua anak-anak yang ada di kelasku akan bermain, gojek, sepak bola di kelas, dan lain-lain yang serba di kelas. Semuanya jadi nggak beres. Aku sang ketua kelas udah nyuruh mereka semua diam dengan teriakan terkerasku. Aku juga mengancam nanti aku bilangin Bu Yosi guru kelas enam sebelah yang galak. Tapi itu sia-sia. aku protes sama wakilku dan keamanan kelas.
"Kenapa nggak ngurusin mereka semua? Malah ikutan main?" Tanyaku dengan kesal.
Pokoknya suasana hari itu sudah kayak pasar beneran. aku hampir nangis dan kurasa aku dah nggak pantas jadi ketua kelas lagi. Untung tiba- tiba Bu Tika dtang dan menyuruh semua anak-anak duduk mengerjakan Bisma. Pasti mereka bosan. Dan aku juga bosan. Karena Bisma itu isinya pelajaran dan bukunya tebel banget! Pokoknya, aku ber Do'a agar waktu cepet berlalu dan pulang. Aku sudah capek teriak-teriak terus pada hari itu.
***
Hari ketiga Pak adli masih nggak masuk. Anak-anak keluh kesah dan banyak yang membicarakannya. Ada yang bilang kalau Bu Tika bohong. KArena katanya Pak Adli cuma izin dua hari. Dan waktu jadi terasa lebih lama dari yang kemarin. TApi aku tetep sabar sampai nanti pulang. Kelas tapi masih tetep rame kayak pasar dan aku masih harus teriak-teriak lagi. Huh sebel deh!
***
Hari Keempat, Saat aku turun dari mobilnya Bu retno. Di dalam hati yang ada cuma kata-kata:
Semoga Pak Adli masuk, Semoga Pak Adli masuk, Semoga Pak Adli masuk...
Tiba-tiba, Kata-kata itu berhenti waktu aku melihat...... Pak Adli!!! Aku langsung berlari dan menyalimi pak Adli sambil mengatakan di dalam hati
"Pak Adli. Anak-anak kemarin rame banget kayak pasar"
Aku lihat wajah pak Adli. Masih sedikit pucat tapi tersenyum padaku. Dan pada hari ini itulah Pak Adli masuk. Aku merasa sangat senang......!!!!!!! sekali!

Jumat, 21 November 2008

Ada 1,2,3 apa lebih?

1.Arsyad dan Irsyad Idola cilik2
Waktu aku nonton Idola cilik2, aku lihat ada yang namanya Irsyad, dan saudaranya Arsyad. Mereka berdua tinggal di Padang. Katanya, Yang lulus babak kedua cuma Irsyad dan Arsyad tinggal kelas. Waktu aku habis lihat Irsyad nyanyi, Kak Oki tanya
"Kangen nggak sama Arsyad di Padang?"
"Kangen Kak Oki"
Terus waktu lagi bercakap-cakap tentang Arsyad. Tiba-tiba Arsyad menelefon. DAn Irsyad jawab Arsyad itu sambil nangis-nangis. Ya memang. Anak kembar itu nggak bisa di pisah. Misahinnya juga harus bujuk sesuatu.

2.Arsyad dan Irsyad adikku
Aku juga punya adik yang namanya Arsyad dan Irsyad. Adikku itu kalau nonton TV itu suka berisik, dan kalau sebelum tidur itu gojek dan ketawa-ketawa. Tapi aku nggak membenci adikku. Apapun alasannya, mereka itu tetap adikku. Aku tahu. Nanti kalau Arsyad dan Irsyad sudah dewasa, pasti mereka bisa lebih anteng dan disiplin.
3.Arsyad dan Irsyad anak Bu Yosi guru kelas 6
Dan ada satu lagi yang aku tahu. Yaitu Arsyad dan Irsyad anaknya Bu Yosi. Katanya mereka bukan kakak beradik. tetapi juga kembar seperti adikku. Aku belum pernah ketemu sama Arsyad dan Irsyad anak Bu Yosi.
Pesanku:
Yang aku tahu baru tiga, kalau ada yang lain tahu anak kembar yang namanya Arsyad dan Irsyad, berarti nama Arsyad dan Irsyad lebih dari tiga yang aku tahu!