Minggu, 22 Januari 2012

[FF] Tentangmu Yang Selalu Manis



Hari Kesebelasku Mengikuti #15HariNgeblogFF

***********************************************************

Kupandangi fotomu dengan diriku yang dipajang di ruang tamu. Itu adalah hari ulang tahun terakhirku dengan dirimu.

Aiiihhh..... Sudah 55 tahun aku mencintaimu. Dan bersatu denganmu. Tapi, takdir memisahkan kita. Kenapa harus berakhir seperti ini?! Padahal aku masih mencintaimu. Air mata ini sudah membuktikannya. Kenapa kita harus terpisah...???!!! Aku tidak terima dengan semua ini.

Aku ingin bersamamu,

aku ingin bersamamu,

aku ingin bersamamu,

aku ingin bersamamu......

Begitu tulisku di secarik kertas. Huh, percuma saja. Apakah dengan menulis ini, kau akan kembali? Kurobek kertas itu, kubuang ke tempat sampah.

Aku mengambil album foto, melihat foto-foto kita selama ini. Hampir di setiap momen, kau ada bersamaku.

Ku gigit bibirku. Aku sudah tak pernah melihatmu lagi. Mungkin hanya dari kejauhan, tapi aku tak boleh.... Aku tak boleh mendekatimu! Kalau aku mendekatimu, aku akan mengejarmu lagi seperti dulu.

Sudah lama sekali aku tidak bersamamu. Aku rindu kamu.... Aku rindu kamu.... Kupeluk bantal yang ada di kamar gelap ini. Aku ingin sekali saja.....

Aku kembali lagi ke ruang tamu. Menatap foto kita berdua sekali lagi. Dan, cucuku datang memelukku.

“Nenek, sudah.... Jangan tatap foto Nenek yang memakan makanan manis lagi.... Aku tahu Nenek sangat mencintai gula tebu, tapi.... Nenek tidak boleh lagi makan makanan bergula kata dokter....”

Sabtu, 21 Januari 2012

Aik Pengganggu

Ar-Ir pergi dengan Nda-Nin mengantar Ummi pergi kuliah. Karena hanya berempat di rumah, bersama Mbak Ririn juga, sih.

Kami berniat pergi belanja ke supermarket. Mengajak Aik juga.

Kami selesai belanja bertepatan ddengan waktu makan siang. Kami pergi ke warung lesehan di Tembalang.
Disana, Aik rewel minta susu. Habis minum susu dia kelayapan kemana-mana. Sejak sudah bisa jalan, dia tampak senang dan bangga sekali kalau sedang berjalan. Tapi tadi terjadi hal yang lucu.

Aik dalam keadaan merangkak. Tapi, karena dia belum bisa berdiri (tapi sudah bisa jalan), dia berdiri dengan berpegangan pada pundak mbak-mbak yang sedang duduk. Aku geli melihatnya. Mbaknya pun kelihatan bingung.
Saat berjalan, dia jadi pengganggu. Banyak orang berjalan. Dia nyaris tertabrak beberapa kali. Yang paling repot itu, si Pelayan yang sedang membawa makanan. Kakinya hampir menendang Aik.

Haduh..... Aik, Aik.....

Senyum untuk Kamu yang Lucu

Hari Kesepuluhku mengikuti #15HariNgeblogFF
**************************************************************

Aku duduk manis di kursi. Sambil menatap cewek manis yang duduk di seberangku. Kusedot es the manis yang ku pesan. Rasanya akan sangat segar, jika ditambah dengan sunggingan bibir cewek manis itu. Aiiihhh..... Senangnya.....

Baru sekali ini aku merasakan jatuh cinta yang luar biasa dahsyat. Hampir setiap hari aku datang kesini demi melihatnya yang setiap hari juga datang kesini. Entah apa urusannya.

Kali ini, aku mulai membalas senyumannya. Dia belum berani tersenyum lebar. Mungkin karena kami belum kenalan....

Suatu hari, setelah berbulan-bulan aku menatapnya tanpa bicara satu kata pun, aku berlari mengejarnya saat dia akan pergi.

"Tunggu!!!" Teriakku. Lalu dia menoleh ke belakang. Dia cuma melambaikan tangannya. Dan berdiri di depanku.
Aku memberikan senyuman termanis kepadanya.
"Namamu siapa?" Tanyaku.

Dia tak langsung menjawab. Ia memasang wajah kaget. Lalu dia tersenyum lebar kepadaku. Aku melongo.

DIA OMPONG!!!!!!!!......
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 20 Januari 2012

[FF] Inilah aku tanpamu

Hari kesembilan mengikuti #15HariNgeblogFF

*********************************************************

Inilah aku tanpamu....

Inilah aku tanpamu....

Inilah aku tanpamu....

INILAH AKU TANPAMUU!!!!!

Apa kau tidak lihat? Aku menderita tanpamu!!!!

Aku tak bahagia disini, kalau tidak ada kamu!!!

Aku ingin memanggilmu, tapi apa dayaku....????

Aku ingin mengejarmu, tapi.... APA DAYAKU?!

Derita yang kujalani ini, tak hanya diterima olehku. Tapi sekelilingku juga ikut menderita!

Apa kau tidah punya hati, membiarkan kami disini menderita?

Apalagi, tak ada orang yang mau mempedulikan kami.

Hanya kamu yang bisa kami andalkan.

Hanya kamu yang bisa membuat aku dan yang lain tak menderita lagi.

Tapi, kenapa di saat seperti ini kau malah tidak membahagiakan kami????

Dan akhirnya kau pun datang..... Setelah panggilanku yang cukup lama ku ulang terus menerus.

Kau pun membasahi kami. Kau menyegarkan kami. Kau menghujani kami dengan air hujan. Yang memang sangat ku butuhkan.

Setelah sekian lama menunggu di musim kemarau ini.

Ketika aku hampir mati kekeringan.

Terima kasih kau telah datang demi tumbuhan yang tak berdaya ini!!!!

*************************************************************

Kemarin lupa. Kalau ditulis sekarang, nggak apa-apa kan?

(Waduh, hampir telat!!!!!)

Kamis, 19 Januari 2012

[FF] Aku benci kamu hari ini

Hari kedelapanku mengikuti #15HariNgeblogFF

*******************************************************

Aku benci kamu hari ini. Itulah yang ada di dalam benakku sekarang. Iya, aku sangat benci padamu hari ini. Kau membuat aku kecapean hari ini. Padahal rencananya aku ingin santai denganmu...... tapi, rencanaku berubah.

Berkali-kali kau ingin di dekatku. Tapi aku menjauh. Aku benci kamu hari ini. Sangaaattt...... bencciiii!!!!!!!!

Aku marah dengan diriku. Kenapa aku mau tinggal di rumah ini bersamamu? Yang baru aku rasakan, repotnya jika ada tambahan di rumah ini. Yaitu kamu.

“Kau yang keliru, Nak... Kenapa mengajaknya ke dalam rumah...???” tanya Ibu.

“Habis......” aku tak bisa menjawab. Aku tahu itu salahku.

“Sudah, sudah.... ndak papa kok.... lain kali, kamu juga harus mengawasi dia, ya. Biar dia tidak seenaknya....” kata bapak menghiburku, ketika kamu pergi.

Aku sekarang bad mood. Orang rumah juga jadi repot gara-gara kamu. Di saat aku ingin memukulmu, kau malah tidak ada. Hmmm.... jangan diulangi lagi, ya...??? Batinku.

Aku lalu masuk ke kamarku.

“Mbok, udah dibersihin belum, kotorannya Si Unyu?”

“Eh, belum, Non. Lain kali, kalo malem, kucingnya ditaroh luar aja, ya...?”

*********************************************************************

Nulis ini sambil ngantuk. Udah tidur, baru keinget. "Aku belum nulis!" pingin mbolos sih.... tapi nanggung! Walopun jelek, yang penting aye nulis deh! :P

Rabu, 18 Januari 2012

[FF] Sepucuk surat (bukan) dariku

Hari ketujuhku mengikuti #15HariNgeblogFF

*********************************************************************

Sebenarnya, kami sudah lama dekat. Lebih tepat dibilang pacaran, tapi kami bukan pasangan seperti itu. Kami lebih dari sahabat dekat, tapi bukan pacaran. Akkhh...!!!! Susah dijelaskan.

Kami berbeda kelas. Aku di kelas VIII-4 sedangkan dia ada di VIII-2. Jarak dua kelas, bukanlah penghalang. Kami sering ke kantin berdua.

Belakangan ini, dia sedang menyukai seseorang. Dia tak ingin memberitahu siapa namanya padaku. Aku hanya cuek. Toh, aku nggak kenal. Aku nggak peduli siapa yang disukai. Yang penting kami masih tetap bisa berhubungan sebagai teman.

Seminggu kemudian, seseorang dari kelas VIII-2 mendatangiku. Katanya ada surat dari dia.

Untuk Nova

Begitu tulisannya. Aku membukanya dan isinya....

Nova, izinkan aku untuk menuliskan kata-kata yang sudah lama tersimpan di dalam kerongkonganku.

AKU MENYUKAIMU!

Maukan kau menjadi pacarku?

Kutunggu jawabanmu dalam waktu tiga hari. Aku sudah siap apabila kau menolak aku. Asalkan kita masih bisa berhubungan sebagai teman.

Izinkan aku untuk menunggu jawabanmu, Nova.

Aku akan menunggu, dan bersabar....

Dari Noval

GLEK! Aku menelan ludah. Dia menyatakan perasaannya..... PADAKU?!

Setelah menunggu tiga hari, aku mendatangi kelasnya saat istirahat.

“Hai, Nova! Mau ke kantin?” ajaknya.

“Bentar, kita harus bicara.” Aku menarik lengannya ke belakang sekolah.

“Kenapa, sih?” tanya nya heran.

“Aku..... jawaban aku..... ENGGAK.” Ucapku.

“Maksud kamu apa, sih? Aku jadi makin bingung...???”

“Kamu yang nulis ini ke aku, kan?!” aku menunjukkan surat yang ia kirim ke aku tempo hari.

“Ehh...?! Ini bukan aku. Tunggu, sekilas tulisannya mirip aku. Dan, namanya kayak aku. Ooohhh!!!!! Yang ngirim tu si Noval kaca mata kotak itu, lho....”

“Haa...??”

Selasa, 17 Januari 2012

[FF] Ada dia di matamu

Hari keenamku mengikuti #15HariNgeblogFF

******************************************************************************

Dani dan Nida berjalan beriringan di pinggir jalan aspal yang terasa sangat panas hari itu. Es jeruk yang baru dibelinya, rasanya.... tak dapat dirasakan kesegarannya. Saking panasnya hari itu.

Dani dan Nida yang baru pulang sekolah itu, sering dikira kembar. Selain nama mereka hampir mirip, wajah merka juga hampir persis. Tetapi, beda nuansa cowok dan ceweknya.

Hari ini, Dani dan Nida mengadakan penelitian terhadap binatang peliharaan. Karena mereka berdua suka mengoleksi semut, mereka pun melakukan penelitian tentang semut.

Dani masuk ke ruang koleksi semut. Banyak sekali semut. Tetapi dengan jenis yang berbeda, tentunya. Nida mengambil notes dan pulpen. Lalu mengambil satu semut yang istimewa dan paling disayangi.

“Ini namanya Abing. Semut rang-rang yang sudah beberapa kali terinjak namun tak mati. Mungkin, terinjaknya di celah-celah..... Tapi aku sayang sekali dengan semut ini.” Nida bercerita sambil menatap Abing di tangannya.

“Oke, lanjutkan. Biar kutulis.”

“Abing kutemukan di pohon jambu taman kota. Aneh aja, dia nggak bareng sama kelompoknya. Terus, antenanya lucu. Jadinya, aku yang suka sama serangga ngambil Abing dan sampai sekarang masih kupelihara.”

“Habis itu?”

“Nama Abing kudapatkan saat beberapa anak SMP sedang membicarakan tentang hati. Hati itu berwarna merah muda atau merah. Salah satu anak berkata merah dalam bahasa jawa. Abang. Tapi ia plesetkan, jadi Abing. Aku pun memberinya nama Abing.”

“Hm, hm....”

“Abing nggak terlalu suka berjalan di pasir yang terlalu halus. Dia suka jalan di tanah, dan pasir yang bermukaan kasar. Dia makan apa aja layaknya semut biasa.”

“Eh...?”

“Kenapa, Dan?”

“Itu.... ada dia di matamu.”

“Apa...?”

“Si Abing hampir masuk ke matamu.”