Senin, 11 Juni 2012
Menunggu Lampu Hijau #15HariNgeblogFF2
Kamis, 07 Juni 2012
Perayaan
"Jam sepuluh."
"Yowes. Aku mandi dulu ya!!!!"
KLIK! Kuletakkan gagang telepon di tempatnya. aku tersenyum gembira. Kurang dari setengah jam, aku akan mendapat pengalaman baru dengan teman-temanku! segera aku mengambil handuk dan masuk kamar mandi.
Biar kujelaskan
Sebelum UN, beberapa anak cewek kelasku sudah merencanakan akan mengadakan perayaan (baca:makan-makan) berakhirnya Ujian Nasional. Setelah pilih-pilih, kami akhirnya sepakat.
Sehari sebelum hari H, kami merencanakan dulu. Mau kumpul jam berapa. Disepakati, jam sebelas. Tapi keesokan harinya malah jadi jam sepuluh. Katanya, kalo ada yang telat, masih bisa nunggu. Sambil rembukan mau kemana.
Penjelasan selesai
Setelah rapi, jilbab terpasang, ojek udah siap, aku langsung berangkat menuju Masjid Agung Ungaran. Yang letaknya di alun-alun mini belakang sekolahku. Di tengah jalan, ku sms Niemas. 'otw, nih!'
Sampai di tujuan, sudah ada Niemas dan Reza M yang membawa motor. Kami bertiga duduk di teras masjid sambil terus memegang handphone. Terus, Sinta datang. Langsung menyusul Fina, Hani, Syahda, Umi, Billa, Tiara (kakak dan tantenya ikut), Salsa.... Total, ada 13 orang. *bakal sial nggak ya????*
Kami foto-foto dulu sebelum rembukan. Ada yang ngajak ke Janendra, ke Genie Steak, Lo'mbok Galak, Kobonk... dll. Rencana awal memang ke Lo'mbok Galak. Karena belum buka, mau ganti tempat. Akhirnya kami ke Janendra. Reza M sama Syahda-Hani naik motor, Umi-Billa juga naik motor. Sisanya jalan kaki.
Kata mereka jauh. Tapi pas aku tau tempatnya, lumayan deket kok! Jaraknya seperti jalan dari rumah ke Indomaret depan. Sebenernya lebih pendek malah! Mungkin karena jalannya rata....
Ternyata di situ ada karaoke nya! Kami semangat aja, pingin nyanyi-nyanyi. Padahal kalo disuruh nyanyi di depan kelas malu-malu n sok jual mahal. Hehe. Kami memesan makanan sambil keliling Janendra. Setengah jam kemudian, ibu-ibu yang mencata pesanan kami tadi, datang dan.... "maaf, hari ini kami belum bisa melayani anda semua. Seperti yang anda lihat, tidak ada pelayan disini...."
Aku pingin teriak 'kenapa tadi bilangnya buka?!' atau 'kenapa enggak dijelasin dari tadi?!?!?!' tapi kuurungkan niatku. Lalu kupikirkan, kami tertimpa sial.
Kami keluar dari Janendra. Kami duduk dan bingung. Nggak tau mau kemana."Ke Genie Steak aja.... Nggak jauh dari sini..." ada yang mengusulkan.
"Moh! Aku nggak suka steak." tolak Umi.
"Kan pasti ada menu lain disana..." bujuk yang lain.
"Ogah! Lagipula,disana tu mahal!"
Kami hening lagi....
Kulirik arlojiku. "Udah jam sebelas! Kita ke Lo'mbok Galak aja! Udah buka!"
Akhirnya disepakati, kami akan ke Lo'mbok Galak yang itu artinya kami harus jalan lagi ke jalan raya, dan belok kiri sedikit di Asmara Square.
Ternyata tepat dengan dugaan kami. Lo'mbok Galak sudah buka dan lumayan rame. Kami mengambil tempat duduk lesehan lalu memesan makanan.
Tak berapa lama kemudian, semua makanan yang kami pesan sudah tersedia.
*bocoran : harga di sini cukup terjangkau dan murah. pelayanannya juga lumayan cepat.
Kenyang makan, kami istirahat sebentar. Tidur-tiduran.... baca komik.... jeprat-jepret narsis.... kirim-mengirim lagu..... sms-an bareng..... sms sama musuh terus dipamerin..... baca sms temen.....
Lalu, kami berencana mau jalan ke rumah Sinta, yang deket SD. Karena Asmara Square juga nggak jauh dari alun-alun mini.
Tiara, Kakak dan Tantenya pamit pulang duluan. Di trotoar, aku menemani Sinta beli es buah. Yang lain menunggu di Indomaret. Katanya mau beli es krim. Karena aku nggak beli sendiri, aku langsung beli es camcau di dekat gerobak es buah. Sinta menyusulku, lalu kami berjalan lagi.
Saat sedang berjalan, mau menyebrang, tiba-tiba.... PYARRR!!!!
Kutengok ke bawah. Es ku pecah!!!!
"Eh, kesenggol aku ya, Bit??"
"Enggak kok. Aku juga nggak tau kenapa bisa jatuh. Mungkin karena licin."
"Beli lagi gimana???"
"Nggak usah deh."
"Beneran????"
"Iya, ayuk nyebrang."
Di sebrang, kami sudah ditunggu. Mereka sedang asyik menjilat es krim Magnum yang mahal itu. Ilerku nyaris netes.
Kami berjalan melewati SD sambil melambai-lambai pada pak satpam, dan memamerkan apa yang sedang kami bawa pada adik-adik kelas yang sedang duduk. Karena aku nggak bawa apa-apa, aku cuma melambaikan tangan dan melet.
Di rumah Sinta, kami bertemu anak laki-laki yang juga sekelas dengan kami. Mereka lagi main. Ada Yoga, Fahmi, sama Hanif.
Kami cuma nyapa dan lanjut ke rumah Sinta. Di rumah Sinta, kami sholat dhuhur dan numpang nonton drama korea sebentar. Kami nonton konser-konser Suju lewat youtube. Lalu, Syahda dan Hani pamit pulang karena mereka bareng antar-jemput sekolah. Reza M mengantar mereka naik motor.
Ibu Sinta memberikan air putih dan biskuit untuk camilan.
Pukul dua, aku baru ingat kalau aku harus taekwondo jam tiga.
"Aku jam setengah tiga pulang, ya."
"La napa Bit?"
"Ada taekwondo o'..."
Aku membantu Sinta mendownload video lewat 4shared. Umi dan Salsa pergi membeli jus. Tak lama kemudian, mereka datang. Tepat pukul setengah tiga.
"Um, anterin ke DPR dong. Mau ngojek!"
"Bit! Kamu mau pulang to???" tanya Fina. Aku mengangguk. "Bareng ya! Aku mau ke rumah tanteku."
"Aduh, aku takut kalo ada polisi...." kata Umi.
"Sampe depan warnet aja wis! Aku bisa jalan!" tawarku.
"Tapi aku nggak bisa mbonceng dua...."
"Fina bareng aku, Ibit bareng Umi! Piye???" Reza menawarkan. Aku dan Fina mengangguk.
***
Di depan warnet, aku turun. "Makasih ya, Um!!!" kulambaikan tanganku. Aku berjalan sebentar.
"OJEK!!!!"
Sampai di rumah, aku bersiap-siap taekwondo. Setelah santai-santai, aku harus semangat taekwondo yang bakalan bermandi keringat. Seperti pepatahku....
Berenang-renang dahulu, berakit-rakit kemudian
Bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian
-terjadi pada 10 Mei 2012
ditulis pada 8 Juni 2012
Kamis, 10 Mei 2012
Ujian Nasional
Begitu gerutuku di hati tiap aku berpikir UN. Sebenernya aku nggak bermaksud puyeng-stress-pusing. Tapi guruku yang membuatnya! Salahkan dia! *maafkan muridmu ini pak....*
Habis.... bosen. Tiap hari dikasih soal..... Harus ngerjain ini-itu.....
Walaupun bisa ngerjain, tapi pas di UN kan belum tentu goresan pensilnya tebal, nggak dibaca komputer,
NGGAK LULUS!!!!
Tapi kalo dipikir-pikir, sebenernya guruku bener-bener sangat berharap ke-28 anaknya lulus SD. Aku tau, bukan karena capek dan pusing ngurus murid-murid yang..... ampun..... bandel.....!!!! Bukan karena benci dan kesal dan dendam.
Guruku itu, rumahnya di Salatiga. Tiap pagi (katanya) selalu naik bis ke sekolahku yang ada di Ungaran. Karena itu, aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran burukku soal guruku yang selalu menganiaya kami dengan soal-soalnya itu. Entah sudah berpuluh-puluh, beratus-ratus soal yang dikerjakan.
Dia adalah Pak Parwoto yang kerap disapa Pak Woto.
Tanggal 7, 8, 9 Mei 2012, adalah hari H. Hari penentuan apakah aku lulus atau tidak. Hanya itu. Dengan jadwal secara berturut-turut. Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam.
Kami masuk seperti biasa. Pukul 06.45. Karena waktu masuk ruangan pukul 07.30 (di sekolah lain 07.45), kami membaca asmaul husna serta do'anya, sholat dhuha, sholat hajat, dan do'a yang harus disertai 'amin' dari Pak Woto tersayang. Lalu, berdo'a sendiri-sendiri, dan kami ke kelas (bukan ke ruangan ujian).
Kami diberi snack dan teh hangat setiap pagi. Rasanya tersanjung, lho..... :P
Waktu istirahat masih lumayan. Anak cowok malah main sepak bola di lapangan. Nggak ngerasa kalau udah detik-detik UN! Kalo aku, dua hari ngegosip, hari terakhir baca buku latihan. Soalnya IPA! Aku takut banget sama pelajaran ini ketika UN! Kurang lima menit, kugunakan untuk ke kamar mandi. Takutnya nanti pas ujian kebelet.....
Sebelum masuk ruangan, kami harus salim pada pengawas. Dengan cara berdiri berdampingan, lalu menyalimi tangan mereka satu satu. Rasanya sih, nggak kayak salim sama presiden.... *emangnya udah pernah?!*
Kalo udah salim, langsung membuntuti pengawasnya.
Aku masuk ruang II, ruang ujianku. Sial banget, aku kebagian duduk di depan meja pengawas! Bukan karena takut ketahuan nyontek, tapi kalo lagi mainin apa gitu.... ngetuk-ngetuk pensil misalnya. Langsung ditegur! Bayanganku sih gitu, tapi ternyata ENGGAK!
Aku boleh ngetuk-ngetuk pensil. Tapi yang disebelahku, malah ditegur! Yah.... beda volume sih.....
Pengawas ruanganku nggak galak. Padahal wajahnya sangar banget! Pengawas ruanganku humoris dan perhatian. Sabar menjawab pertanyaan cara mengisi LJUN (lembar jawab ujian nasional) walaupun diulang-ulang.
Tersedia waktu dua jam untuk mengerjakan ujian. Kami biasanya cuma menghabiskan waktu satu jam untuk mengerjakan. Kecuali matematika. Kalau pelajaran itu, seluruh waktu full dipake.
Kalo caraku sih, gini....
*Berdoa dulu, walaupun udah berdoa bareng-bareng dipimpian Dian Mentari
*Pas dibagi LJUN, pensil, dan penghapus, langsung ditata. LJUN nggak dijepit di papan alas, karena bisa membuat lembar jawab tertekuk.
*Kalau LJUN nya dihitamkan, pakai penggaris (nggak terjadi)
Kalau LJUN nya disilang, aku pakai penggaris. Biar silangnya rapi, dan nggak keluar kotak (terjadi)
*Kalo biodata udah diisi, kutinggal mainan penggaris sambil nunggu bel mengerjakan
*Waktu mengerjakan, aku buka-buka soalnya dulu. Biar ngulur waktu. Nggak kecepetan.
*Sudah siap, tinggal mengerjakan!
*Selesai ngerjain, dicocokin dulu sama soalnya. Walaupun kadang cuma dicocokin setengah :P
*Kalau udah, aku tebelin lagi silangannya. Yang udah tebel, nggak usah. Takut robek!
*Waktu tinggal setengah jam. Biasanya, pengawas bilang, mending buat tidur. Kalo aku.....
Ngobrol sama temen di belakangku sampe waktu habis! Untungnya nggak ditegur sama sekali!
*Ketika bel bunyi, langsung taruh LJUN dan soal di pojok meja, apit papan alas, lalu keluar ruangan sambil lari-lari!!!!
Ketika hari terakhir, aku kayak orang gila. Untungnya bukan cuma aku.
Aku keluar dari ruangan, lari-lari, ngangkat papan alas sambil teriak "UN nya selesai!!!! UN nya selesai!!!! Besok LIBUR!!!!! YAY!!!!!" terus pelukan sama temen.
Pengalaman UN yang menarik.
:D :D :D :D :D :D
catatan : Bahasa Indonesia nggak terlalu susah
Matematika agak menjebak
IPA membingungkan!
emangnya penting ya????
10 Mei 2012
Minggu, 01 April 2012
FFHore 6: Selamat Ulang Tahun, Kamu
"Eh, maaf Tasya. Aku ada acara penting hari ini. Duluan ya!" Aku lari meninggalkan Tasya.
Aku sampai di depan toko kue. Aku masuk. Langsung tercium bau kue harum, yang habis diangkat dari oven.
"Selamat datang di toko kue Happy, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan.
"Aku memesan kue tart rasa strawberry, dengan tipe Red Rose. Harusnya sudah jadi hari ini."
"Oh, Nona Dini! Ini, sudah kami siapkan! Berikut lilinnya juga." Pelayan itu memberikan kotak. "Uangnya kemarin sudah pas. Tinggal ambil saja. Terima kasih..."
Aku pergi dari toko kue itu.
Aku lalu naik bus. Setengah jam kemudian, aku sampai di tempat tujuan. Kulirik jam tangan, masih pukul delapan malam. Aku akan mendatanginya tepat tengah malam. Jadi, sambil menunggu, aku mampir ke cafe 24 jam di pinggir kota di sebuah mall.
"Pesan coffee milk sama french fries." Ucapku tanpa dikomando oleh sang pelayan. Dengan cepat pelayan itu pergi.
Aku membaca komikku, dan memandang pemandangan malam. Kebetulan letak cafe ini ada di lantai paling atas.
Dia sangat suka pemandangan malam yang tampak dari atas. Jadi, kufoto saja.
Saat pesananku datang, "mbak, saya ke bawah dulu. Titip makanannya dan kue ini!"
Aku beranjak dari sofa dan berlari menuju percetakan foto.
"Tolong dicetak secepatnya! Foto yang ini!" Pintaku.
"Baik, mbak. Nanti diambil jam setengah dua belas, ya."
Aku balik ke cafe. Dan memakan french fries sambil membaca komik. Tidak terasa, pukul setengah dua belas tiba. Aku membayar pesananku di kasir, dan berlari lagi ke percetakan foto.
"Mbak datang cepat sekali... Ini mbak, fotonya. Dan ini harganya." Ujar sang pegawai.
"Ini! Kembaliannya silahkan ambil! Saya sedang terburu-buru!" Aku berlari lagi.
Aku menatap jam dinding, pukul setengah dua belas. Kalau aku naik bis kesana, aku harus menunggu lagi. Lebih baik aku jalan saja!
Sampai di tujuan, aku duduk dan meletakkan kue juga foto.
"Hai, Kiki. Sudah lama tidak bertemu ya?" Ucapku. "Ini hadiah yang kubawakan. Kue kesukaanmu dari toko favoritmu. Dan fotonya juga. Oh! Mari kita hitung mundur!"
"Tiga, dua, satu...!!!!" Teriakku.
Kunyalakan lilin. "Selamat ulang tahun, Kamu!"
Kutiup lilin itu. "Ulang tahunmu yang kedua belas!" Aku meletakkan kedua hadiahku.
Di atas makammu.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
