Jumat, 27 Januari 2012

[FF] Soto Koya

---------------------------------------------------------------------------------

Aku bersama kru acara teve terkenal di Indonesia, ‘Enak Banget, Tau!’, berjalan menuju warung soto koya terkenal di Semarang. ‘Warung Soto Koya Bu Marni – Semarang’. Tulisan yang begitu sederhana, digantungkan di atap.

Ini adalah hari pertamaku jadi pembawa acara ‘Enak Banget, Tau!’. Akhirnya, cita-citaku sebagai pembawa acara kesampaian juga. Dan, untuk menyambutku, para kru memintaku mengusulkan satu kuliner yang aku kenal. Asal enak, dan terkenal. Dan, warung langgananku ini yang kupilih.

“Bu Marni, saya pesan seperti biasa, ya. Mau diliput, nih! Krunya dateng dari Jakarta, dan... mungkin ini hari perpisahan.”

“Ya, Dek. Acara apa to, ini?”

“Halah, itu lho.... Acara di channel paling beken se-Indonesia. Acara ‘Enak Banget, Tau!’. Tak tunggu di sana ya, Bu....”

“Oke....”

Beberapa menit kemudian, Soto Koya dan Es Kelapa Muda dan segelas air putih disediakan. Kamera dinyalakan.

“Three, two, one, action!”

Ku ambil nafas.

“Selamat siang pemirsa. Kali ini, saya akan mengajak anda makan siang di Semarang. Dan tebak, apa yang saya pesan? Soto Koya! Ini bukan soto koya biasa, pemirsa.... Ini Soto Koya paaalliiinngg...... terkenal di Semarang. Soto Koya Bu Marni! Nah, mari kita..... makan....”

Kusendok kuahnya. Merem-melek kurasakan. “Wah, terasa banget bumbunya.... Sekarang, kita coba koyanya!”

Belum sempat aku mencoba, tiba-tiba, sekelompok orang mengejarku sambil membawa kayu dan besi.

“AKU PUKUL KAMU!!!!”

“KEMBALIKAN SEKARANG!!!! KALAU TIDAK.....”


Aku bangun dari tidurku. Dan baru kusadari, itu tadi hanya mimpi. Ah, padahal lagi seru-serunya menikmati cita-citaku dulu di dalam mimpi.... Air liurku membasahi taplak meja warung Bu Marni. Memang paling enak habis mencopet tu, makan di warung soto koya Bu Marni ini.

“Sudah, Bu Mar....”

“Seperti biasa, tujuh ribu baek....”

Aku mengeluarkan dompet copetanku hari ini dan menyerahkan uang sepuluh ribu rupiah.

#15HariNgeblogFF = membuka ide

Lima belas hari ngikutin ni acara, banyak..... banget ideku yang keluar, dan kutuangkan ke dalam blog jelek (jelas keren) ini.

Ada ide yang jelek (aneh), ada yang nggak menarik (karena nggak di komentar), ada juga yang bagus sampe dipuji-puji. Kalo diinget, jadi malu banget, deh. Serasa aku ini gadis sebelas tahun paling pintar menulis blog di dunia! Ge-er banget tau nggak sih.....

Tapi, ada bagian-bagian dimana.... aku merasa sengsara mengikuti #15HariNgeblogFF ini.

Terutama pas lagi ngantuk-ngantuknya. Jam setengah sepuluh, belum nulis. Pingin mbolos, tapi nggak mau kalah sama ibu.
Oke, aku ada yang telat satu hari. Tapi yang penting aku nyetor, to....???? (membela diri). Yang berjudul "Sah" dan "Menikahlah Denganku" juga mepet jam sepuluh. Banget, malah. Tinggal beberapa menit lagi, jam sepuluh teng, deh!

Ada juga pas nggak ada ide. Jadinya jelek banget. Itu, tuh.... yang berjudul "Ketika Odol Jatuh Cinta".... bingguuuunnnggg bbbiianggeett. Nggak mudeng! Hasilnya.... Buruk rupa banget, to?

Rasa semangat, bingung, pingin mbolos, beruntung bisa mengikuti 'kontes' ini, seneng ceritanya dipuji, bangga nggak bolong....

Semuanya tercipta karena mengikuti ini. Dan aku bisa membuka ideku. Yang semulanya mogok pingin mbuat novel. Dan takut nggak bisa bikin cerita bagus.

Thanks to : Mbak Wangi, Mas Momo, dan Ibu....
Dan teman-teman lain, yang juga mengikuti 15HariNgeblogFF.........
Yang telah mengomentari entriku.....

Yang telah membuka ideku untuk terus menulis.... Walaupun sempat putus asa karena nggak bisa nulis novel bagus.

THANKS ALL!!!!!!

:* :* :*

Kamis, 26 Januari 2012

[FF] Menikahlah Denganku

Hari terakhir mengikuti #15HariNgeblogFF

***********************************************************************

Kami saling melirik. Mengeluarkan tatapan benci. Kebencian yang keluar dari mata itu, tampak sangat..... sangat meluap! Benci!

Berdua berjalan di arah yang berbeda. Aku ke kanan dan dia ke kiri. Aku mengambil minuman. Dia juga. Aku minum jeruk dingin, dia minum jeruk panas.

Aku masuk ke ruang ganti. Dia juga. Aku pakai pink. Dia pakai biru.

Aku duduk. Dia juga. Dia duduk di sofa. Aku duduk di kursi kayu.

Aku mengobrol. Dia juga. Aku mengobrol dengan cowok. Dia mengobrol dengan cewek.

Aku berjalan. Dia juga. Kami bertemu lagi. Dan saling memegang bahu. Memberi senyuman sinis, dan mata miring. Dendam. Benci. Tertanam di dalamnya.

“Lihat saja nanti.” Ucap kami bersamaan. Lalu saling menjauh.

“Sudah saatnya...???” Tanyaku.

“Belum, Mbak. Tunggu lima belas menit lagi.”

“Oke.”

“Sudah saatnya...???” tanya nya.

“Belum, Mas. Tunggu empat belas menit lagi.”

“Oke.”

Kuhabiskan waktu dengan majalah wanita keren.

Dia habiskan waktunya dengan komik super hero.

Berdiri. Berjalan. Berdandan. Merapikan diri. Menyisir rambut. Bercermin. Tersenyum. Bergaya. Menyapa. Mengambil nafas. Mengeluarkan nafas. Bersenandung sebentar. Memejamkan mata. Bertekad. Menggumam. Berjalan. Menatap. Mengepalkan tangan. Berbisik ‘aku pasti bisa! Walaupun tak mau...’. Dalam waktu bersamaan.

“Saatnya Jack melamar Jessica!”

Berjalan. Dengan tatapan lembut. Senyuman manis. Saling mendekat. Menggenggam tangan....

“Menikahlah denganku....” katanya.

Anggukan balasanku.

Dan tepuk tangan semakin keras.

Dari penonton.

Di depan panggung drama kami yang pertama.



[FF] Sah

Hari terakhir mengikuti #15HariNgeblogFF

******************************

Lima tahun yang lalu.........

Kami berpelukan di kebun belakang rumah. Tersenyum menatap bintang. Memejamkan mata, dan berdo'a tentang apa yang kami inginkan.
Sambil menghirup udara yang dihasilkan pohon-pohon. Dan telentang di kasur rumput.

Empat tahun yang lalu...........

Di dalam rumah. Memadamkan lampu dan menonton film horror. Ditemani hot cake buatanmu yang rasanya tak keruan itu.
Bahkan, hantu terseram pun tak bisa mengalahkan rasa seran hot cake buatan mu.

Tiga tahun yang lalu........

Berbelanja sepuasnya di Paris. Menikmati malam yang tak ada di kampung halaman. Dengan lentera yang menyala terang. Dan kita lempar ke atas. Menyimpan harapan dan rahasia kita berdua. Menyimpan rasa bahagia dan kenangan malam ini.

Dua tahun yang lalu.........

Kau dan aku menatap layar monitor komputer seharian. Berkutat dengan keyboard yang tak kunjung menolong.
Menyelamatkanmu dari lubang yang akan membuat kita sengsara.....

Satu tahun yang lalu.........

Kau memohon pada dia, agar kita diberi waktu. Diberi kesempatan, diberi peluang. Untuk mencoba lagi. Dan aku tak yakin.
Satu tahun yang dia berikan, dapat kita manfaatkan.
Dan kau bilang 'iya'.

Sekarang..........

Aku menangis di pelukanmu. Berdiri di depan rumah kita yang penuh kenangan selama lima tahun.
Aku terduduk di papan yang tertancap di tanah. Sudah terlepas, tapi tak memberiku bahagia.
Ya aku tahu, tulisan itu.........

TELAH RESMI

Ditutup, dan telah disita oleh

BANK

keputusan SAH tak dapat di ganggu

gugat.



tak dapat hilang sendirinya.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 25 Januari 2012

(FF) Ini bukan Judul Terakhir

Hari ke empat belas mengikuti #15hari ngeblogFF

********************************
Aku menulis 'hari ke lima belas mengikuti #15haringeblogFF' lalu menekan enter. Dan membuat deretan bintang yang panjang.

Lalu membuat cerita dengan judul 'Ini bukan judul terakhir'. Cih! Apanya yang bukan judul terakhir?! Jelas-jelas hari terakhir, ya otomatis ini judul terakhir dong!! Gumamku.

Yang membuat judul aneh, deh.

"SELESAAAAIIIIII........!!!!!!!" Teriakku. Aku mem-posting entriku tersebut. Lalu membaca ulang di blog.

Lalu ibuku lewat.
"Udah nulis, nduk? Udah baca punya Ibu?"
"Ya, sudah selesai. Tapi belum baca."
"Cepet baca, ya."
"Tapi...... Pembuat judulnya aneh, ya. Jelas-jelas ini hari ke lima belas. Kok judulnya 'ini bukan judul terakhir'????"

"Kamu pasti sempet nggerutu, sempet ngejek-ngejek pembuat judule, tho...???" Tebak Ibu. Aku mengangguk.

"Kalo gitu, kamu minta maaf dulu di tweeter. Karna ini hari ke empat belas. Dan bukan benar-benar judul yang terakhir."

GLEKH!!!!!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 24 Januari 2012

(FF) Ketika Odol Jatuh Cinta

Hari ketiga belas ku mengikuti #15haringeblogFF

********************************

Ketika Odol jatuh cinta, dia jadi lupa bertugas untuk mengeluarkan 'isi' badannya.
Sikat gigi yang disodorkan ke depannya tak juga ia semprotkan dengan isinya. Manusia yang melihatnya jadi agak takut. Padahal Odol baru saja dibeli dari warung.

Ketika Odol jatuh cinta, dia jadi sering ngelamun di dalam gelas. Ia seperti sedang menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. Sungguh kasihan teman-teman melihat Odol.

Ketika Odol jatuh cinta, dia sering terguling ke wastafel. Tapi setiap di letakkan lagi ke dalam gelas oleh manusia kecil, wajah Odol malah terlihat sangat sedih. Teman-temannya menatap Odol aneh.

"Mungkin, ini cinta terlarang......." Batin Odol.

Ya, dia jatuh cinta dengan manusia cantik yang sedang terbaring lemah di ranjang. Yang sebelumnya, telah membeli Odol.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 22 Januari 2012

[FF] Merindukanmu Itu Seru!

Hari kedua belas mengikuti #15HariNgeblogFF

***************************************************************************

Aku duduk di depan monitor laptop. Terpampang tabel-tabel yang harus ku selesaikan hari ini. Sudah lima jam aku duduk di kursi ini. Lebih baik aku berjalan-jalan sebentar. Dan memikirkanmu.

Di sepanjang trotoar, aku memikirkanmu, tak henti-henti. Sungguh, aku rindu padamu.

“Mbak, jangan melamun, dong!” teriak seseorang yang habis menabrakku.

“Permisi, Mbak....”

“AWAAASSS!!!!!” Seseorang menarik lenganku saat aku hendak menyebrang.

“Mbak, hati-hati, Mbak. Jalanan lagi padat. Mbaknya tadi hampir tertabrak, lho! Seharusnya, kan, lihat kanan-kiri dulu....” Orang tadi lalu meninggalkanku.

Aku berdiri lagi, berjalan menuju pedesaan. Di samping sungai yang cukup deras arusnya.

“Mbak, jangan mepet sungai! Di situ tanahnya licin!” seorang bapak-bapak yang sedang membersihkan rumput memperingatkanku. Aku tak peduli. Aku sedang memikirkanmu. Aku sedang melamunkanmu. Aku sedang merindukanmu. Dan aku terpeleset.

“MBAAKK’EEE........!!!!!” Bapak tadi melompat ke sungai dan menarikku ke tepi sungai.

“Maaf,” ucapku lirih. “terima kasih.” Aku pergi.

Kali ini aku duduk di tepi sawah. Kau baik-baik saja sekarang? Aku rindu kamu, sampai-sampai aku harus kabur dari kantor....

BRRUKKK!!!! CEPRROOOTTT!!!!!

“Mbaknya!!!! Maaf..... kesenggol kerbau saya, ya, Mbak???? Kalau ngelamun jangan disini, jalannya terlalu sempit....”

Seorang pemuda membantuku berdiri dari lumpur sawah.

“Terima kasih, permisi....” aku meninggalkannya.

Kali ini aku berniat kembali ke kantor. Lewat jalan sepi.

Aku berjalan dengan mengangkat kaki ke depan. Seperti petugas upacara.

“WWAAUUNNGGG!!!!!!” lolong anjing di dekat kakiku.

Tanpa sadar, aku menginjak ekornya.

Dia mengejarku, aku pun berlari sekencang-kencangnya sampai kantor.

Dan, baru aku sadar.

Merindukanmu itu seru....